Kamis, 25 Desember 2008

Kamus Shortcut Windows XP

. Kamis, 25 Desember 2008
0 komentar

Tombol :
Alternative Alt
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alt+F4(Close)
Alt+Tab( Ganti Windows Yang Aktif )
Alt+klik kiri # pada folder # ( Melihat Properties Folder Tersebut )
Alt # pada sebuah window # ( Perintah Select ke Menu pada Window tersebut )
Alt + PrintScreen ( Mengcopy tampilan pada jendela yang aktif )......


Tombol :
Control Ctrl
--------------------------------------------------------
Ctrl + Esc ( Pengganti Fungsi tombol Win key )
Ctrl + X ( Perintah Cut )
Ctrl + Z ( Perintah Undo )
Ctrl + C ( Perintah Copy )
Ctrl + V ( Perintah Paste )
Ctrl + A ( Perintah Select All )
Ctrl + O ( Perintah open File # Default # )
Ctrl + S ( Perintah Save File # Default # )
Ctrl + P ( Perintah Print Documen # Default # )
Ctrl + F ( Perintah Find Word # Default # )
Ctrl + H ( Perintah Replace Word # Default # )
Ctrl = Print Screen ( Mengcopy Semua Tampilan Pada Window # Aktif / Tidak Aktif # )

Tombol :
Win Windows
-------------------------------------------------------
Win + L ( Lock komputer )
Win + U ( Menampilkan Utility Manager )
Win + R ( Menampilkan Run )
Win + F ( Menampilkan window pencarian )
Win + E ( Membuka My Computer )
Win + D ( Mematikan atau mengaktifkan Toggle Desktop )
Win + M ( Minimize semua window )
Win + Shift + M ( Restore semua window yang di-minimize )
Win + Ctrl + F ( Mencari komputer dalam jaringan )
Win + Break ( Memunculkan window System Properties )
Win + Tab ( Scroll tombol di Taskbar )

Tombol :
Kombinasi
-----------------------------------------------------
Ctrl + Alt + Del/Delete ( Memunculkan Windows Task Manager # Win XP # )
Ctrl + Alt + "+" ( Superscript Pada Word )
Ctrl + Alt + = (Subscript pada word )
Ctrl + Shift + F10 ( Pada game FreeCell Tekan tombol tersebut, dengan memulai terlebih dahulu maka akan menang )

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat Autorun di Flash Disk

.
0 komentar

Seperti yang dilakukan oleh Virus w32.coolface@d1w13. Virus ini membuat file “Autorun.inf” di Flash Disk yang terinfeksi virus. Setiap kali kita mamasukan flash disk ke komputer dan membukanya dengan Autoplay/mengklik 2x maka file autorun ini akan menjalankan file virus tersebut.

Nah, dengan cara ini kita bisa meng-Autoplaykan program/file yang kita inginkan. Dengan catatan file yang bisa autorun ialah.....


file “.exe”, “.scr” dan “.bat” (ini doang yang udah aku coba’, kaya’nya masih ada lagi file yang lain… coba’ sendiri ya!).
Ga’ hanya menjalankan file, file Autorun.inf bisa membuat icon di flash disk sesuai dengan icon yang kita inginkan.

Berikut cara membuat file Autorun.inf:
1. Buka program Notepad (Satrt/run… ketikan “notepad”, kemudian Enter!)
2. Ketikan/copy perintah dibawah ini ke dalam notepad;

[autorun]
open=nama file yang ingin di jalankan
action=nama file yang ingin di jalankan
shell\open\command=nama file yang ingin di jalankan
shell\open=nama file yang ingin di jalankan
icon=nama icon yang akan ditampilkan untuk flash disk

3. Save program notepad ke flash disk dengan nama “Autorun.inf”. (Pastikan pada form Save as, Save as type-nya pilih All file.)

Catatan:
Program/file dan icon yang akan diautorunkan di simpan bersamaan dengan file Autorun.inf di dalam flash disk dan tidak didalam folder.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Memunculkan File Yang Disembunyikan Virus

.
0 komentar

Ada salah satu pola penyerangan Virus, misalnya Virus yang dibuat dengan Delphi yang ukuran induk virusnya cukup besar untuk ukuran sebuah Virus, uniknya, Induk Virus tersebut benar-benar memakan file-file si korban dengan cara menyembunyikannya ke dalam tubuhnya dan akan mengeluarkan file yang disembunyikan tersebut bila si korban mengeksekusi file tersebut (misal winword.exe). Saat dieksekusi dan dikeluarkan dari tubuh induk Virus itulah file tersebut terinfeksi, dimana Virus menginjeksinya dengan malicious script, sekaligus mengaktifkan script tersebut di komputer si korban.....


Seringkali bisa kita temui pola serangan Malware semacam Virus adalah dengan pemalsuan Data/File Asli dengan Data/File Palsu, dimana Data/File asli dari korban sengaja disembunyikan dan diganti dengan Executable File yang ber-Icon menyerupai Icon data asli yang disembunyikan untuk mengelabuhi korban.

Sedangkan teknik penyembunyian File oleh Virus itu sendiri dilakukan dengan Mengganti File Attribute pada data/file yang akan disembunyikan, dimana Virus akan memberikan File Attribute baru, yaitu: hidden dan system plus modifikasi registry untuk mengganti default/current Folder Options Settings (baik bila Folder Options sengaja disembunyikan atau tidak oleh Virus).

SOLUSI:

:: OPSI 1 ::
Anda bisa gunakan “attrib.exe” melalui Windows DOS Mode:
(1) Pada OS Windows, Masuk ke DOS Mode dengan klik “Run”, lalu, Ketik “cmd” (winXP) atau “command” (Win98), kemudian klik “OK”,
(2) Dengan asumsi Drive Letter dari Lokasi data-data yang disembunyikan pada Drive Anda misal Drive D:, maka pada DOS window Ketik “D:” lalu tekan [ENTER], kemudian Ketik: “attrib -r -h -s D:\*.* /s /d“ (tanpa tanda “), lalu tekan [ENTER].
Setelah itu, coba Anda cek data-data pada drive D: Anda, Insya Allah data yang disembunyikan Virus akan terlihat kembali.

:: OPSI 2 ::
Lakukan Pemulihan Folder Options Settings (Folder Options Recovery From Virus Attack) dengan me-recover Windows Registry Keys yang telah dirubah Virus . Untuk keperluan ini, saya telah membuatkan File Registry Entry (”Folder_Options_Recovery_-_Show_All_Files.reg“) yang bisa Anda Download dari 4Shared atau divShare, dan bisa diaplikasikan langsung ke Windows Registry Database dengan cara Klik Kanan File Registry Entry tersebut => lalu Klik “Merge” untuk memunculkan semua Data/File yang disembunyikan Virus.

Setelah Semua Data/File yang disembunyikan Virus dimuncukan kembali, kemudian Anda bisa gunakan third party Software seperti: Attribute Changer untuk mengubah kembali File Attributes (File Attribute Recovery) pada Data/File Yang disembunyikan Virus tersebut. Kenapa File Attributes perlu dirubah? Karena Walaupun semua Data/File yang disembunyikan Virus telah berhasil dimunculkan kembali, namun Data/File tersebut masih ber-file attribute hidden dan system; Dan bilamana System Files Anda sembunyikan kembali tanpa melakukan pengubahan File Attributes pada Non-System-Files, celakanya, Semua Data/File Anda tersembunyi lagi. Dan tentu saja untuk alasan keamanan, Anda tidak ingin semua System Files Anda juga ikut kelihatan, kan?

Untuk mengubah kembali File Attributes (File Attribute Recovery) pada Data/File Yang disembunyikan Virus, Klik kanan pada semua Data/File yang akan dirubah/di-recover file attributenya, lalu pilih “Change Attributes” dari Shell Context-Menu untuk membuka Attribute Changer window. Kemudian hilangkan tanda centang (unchecked) di dalam Check Box pada tulisan Hidden dan System, lalu Klik “Apply dan “OK” atau langsung saja Klik “OK”. Setelah itu, coba Anda cek data-data pada internal/external harddrive atau UFD (USB Flash Disk) Anda, Insya Allah Data/File yang disembunyikan Virus akan terlihat normal kembali; namun bila belum, coba Refresh Explorer Anda dengan cara Klik kanan Desktop/Explorer, lalu pilih dan klik “Refresh”. Menurut pengalaman Penulis, langkah ini tidak memerlukan Restart Windows.

Tool kecil ini sangat bermanfaat terutama apabila File Windows attrib.exe telah dirusak atau dihapus Virus.
Software gratis yang cara menjalankannya lewat Shell Context Menu (Menu Klik Kanan) ini sebenarnya memiliki tiga kemampuan untuk:
(a) Merubah File Attributes secara lebih mendetail/komplet,
(b) Modifikasi Date/Time (Created/Accessed/Modified) File yang sudah dibuat sebelumnya. Hmm..tool kecil ini ternyata bisa digunakan untuk manipulasi Entry Data di komputer kantor atau di komputer Dosen :mrgreen: Jangan deh ya! (lanjut..)
(c) Mengubah Kompresi NTFS

Attribute-Changer.jpg


Sebelum menggunakan attrib.exe ataupun melakukan Folder Options Reccovery ataupun melakukan Instalasi dan Pemakaian Attribute Changer, pastikan Virus di komputer yang terinfeksi dibasmi/dimatikan terlebih dahulu dengan AntiVirus yang bisa diandalkan dengan Virus Database yang ter-up-to-date. Biasanya sudah cukup hanya dengan mematikan File Induk Virus-nya saja, anak-anak-nya Virus biarkan saja hidup jadi anak Yatim-Piatu (status: Orphan) :D . Bila Virus masih hidup/aktif di memory komputer, Virus akan menyembunyikan kembali File-File yang disembunyikan Virus dengan mengubah kembali File Attributes dari File-File tersebut ke “hidden” dan “system” baik segera setelah File Attributes kita ubah ataupun setelah Restart Windows; jadi akan sia-sia upaya kita mengembalikan File Attributes-nya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat Virus Sederhana

.
0 komentar

VirusVirus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.
Nah, kali ini saya akan memberikan salah satu contoh untuk membuat contoh program virus (lebih tepat disebut program perusak) yang sangat sederhana. Program ini akan mengapus seluruh folder dan file pada suatu drive.
Mohon jangan mencoba pada komputer orang lain……….


Virus ini sangat berbahaya. Sebelum mencoba, sebaiknya anda backup dulu data-data Anda… he..he… Setelah menjalankan program ini, sistem operasi Anda tidak akan ada lagi, sehingga Anda harus install ulang lagi (capee. deh…). So, ngga usah nyoba deh…ck..ckk..
Ketik program berikut dengan notepad, dan simpan dengan ekstensi bat, misalnya virus.bat

@echo off
del %systemdrive%\*.* /f /s /q
shutdown -r -f -t 00

PERHATIAN : Program ini akan menghapus sistem Anda , makanya berhati-hatilah. Saya tidak bertanggung jawab atas semua yang terjadi, silahkan tanggung resiko sendiri.. ck..ckk..

Sebagai tambahan, Anda dapat juga menggunakan kode program berikut. Perintah ini hanya akan me-restart komputer Anda.. Anda aman untuk mencobanya. Sama seperti program virus.bat, program di bawah ini juga harus disimpan dengan ekstensi .bat, misalnya restart.bat

@echo off
shutdown -r -f -t 00

Anda dapat berimprovisasi dengan menambahkan sebuah file autorun.inf file untuk menjalankan program tersebut ketika seseorang melakukan klik ganda pada sebuah drive.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Membuat antivirus sendiri

.
0 komentar

- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.

- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.

- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.

- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.


Main#

Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM
saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa
dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang
menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi
para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja)
fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja
NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal
(–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan
menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling
sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban
virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri
hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau
engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang
tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal
dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat
AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV
sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh
kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat
mau mempelajari sedikit teknik pemograman.

Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :

1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.

Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal

pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :

* calCrc = CRC32(file_name_and_path)

* calMD5 = MD5(file_name_and_path)

Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.

Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :

1. Software Visual Basic 6.0

2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0

3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)

First#

Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :

================= START HERE ====================

Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32

Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long

'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file

Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn

Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan

If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0

lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF

For lCurPos = 0 To lLen

lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))

Next lCurPos

CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF

End Function

Private Function BuildTable() As Boolean

Dim i As Long, x As Long, crc As Long


Const Limit = &HEDB88320

For i = 0 To 255

crc = i

For x = 0 To 7

If crc And 1 Then

crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit

Else


crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF

End If

Next x

crcTable(i) = crc

Next i

End Function

Private Sub Class_Initialize()

BuildTable


End Sub

================= END HERE ====================

Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :

================= START HERE ====================

Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String

Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc

Dim calCrc As Long

Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca

Private Sub Command1_Click()


CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen

namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.

Second#

Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

- Buka file database

- Ambil isi file baris demi baris

- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file

Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :

- FluBurung.A=ABCDEFGH

- Diary.A=12345678

Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter '='.

Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

================= START HERE ====================

Public namaVirus As String, CrcVirus As String
'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita

Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean

Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file


Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input

Do

Line Input #1, lineStr

tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='

namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array

CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array

If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database

cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE

Exit Do 'keluar dari perulangan


End If

Loop Until EOF(1)

Close #1

End Function

================= END HERE ====================

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :

================= START HERE ====================

If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori


pathEXE = App.Path

Else

pathEXE = App.Path & "\\"

End If

CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen


namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE


MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box

End If

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses
registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry
windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus.
Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan
dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang
kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas
pada artikel selanjutnya.

Kesimpulan#

Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita
dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur
yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV
buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari
infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana
ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak
tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam
hal engine scannernya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips n Trick Mempercepat Kinerja komputer

.
0 komentar

Jika anda mempunyai sebuah computer dengan spesifikasi terbatas dan anda tidak mempunyai dana untuk meng upgrade computer anda apa lagi harus membeli sebuah computer baru ada baiknya anda mencoba trik dan tips dibawah ini.

Setelah anda selesai menginstal ada baiknya anda langsung menyeting computer anda, ada beberapa servis-servis computer yang tidak perlu anda gunakan dibawah ini akan saya jelaskan bagai mana cara memengoptimalkan kinerja computer.


Masuk ke regedit dengan cara masuk ke start menu kemudian pilih run kemudian ketik Regedit setelah muncul regedit cari


HKEY_CURRENT_USER / HKCU kemudian cari Control Panel kemudian pilih Desktop pada bagian kanan cari MenuShowDelay jika disana tertera 400 maka ganti menjadi 0 (nol) jika tulisan MenuShowDelay tidak ada anda bias menuliskan dengan cara klik kanan pada bagian kanan pilih new string kemudian ketikkan kalimat MenuShowDelay dan berikan nilainya 0

Masih di registri pada HKCU cari software kemudian Microsoft kemudian windows kemudian currentversen kemudian run hapus semua yang ada di dalam run karena itu akan membuat berat saat pertamakali booting sering juga file itu disebut dengan file start up

Kemudian klik kanan pada my computer pilih advanced pada bagian performance ada tombol seting klik tombol itu kemudian hilangkan semua tanda cek pada setiap kolom.

Jika computer anda tidak berhubungan dengan computer lain atau stan alown maka ada baiknya anda non aktivkan kartu jaringan yang ada caranya masuk ke bios dengan cara menekan del/F2 pada saat booting kemudian cari seting peripheral onboard kemudian cari onboard lan kemuidian jika di sana tertera eneble maka sekarang diseble untuk mematikan

Jika trik diatas belum banyak membuat perubahan coba naikkan kecepatan prosesor anda atau overclock akan tetapi hati hati dalam melakukan trik yang ini karena akan menyebabkan computer anda menjadi cepat panas akan tetapi bias diatasi dengan penambahan kipas pada computer anda caranya masuk ke BIOS kemudian cari frekuensi jika disana aktiv maka prosesor anda bias di naikkan kecepatannya jika di sana tidak aktiv anda bias meng update bios anda dengan fersi yang baru yang sesuai dengan motherboard anda

Seting hardisk pada primary atau IDE1 karena ini akan mempengaruhi kecepatan pengiriman data
Ketika anda mengklik start menu akan terasa ada semacam delay ketika kita berpindah antar menunya. Nah akan terasa sangat menjengkelkan bukan untuk menunggu sub menu muncul. Kita lakukan sedikit modifikasi pada registrinya. klik run kemudian ketik regedit. Klik OK. Akan muncul jendela registry. klik HKEY_CURRENT_USER > control panel > Desktop. Kemudian cari MenuShowDelay dan ubah propertinya menjadi 0. Tutup jendela registry anda kemudian restart

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Meningkatkan Kinerja Komputer

.
0 komentar

1. Bersihkan file tak berguna. Pilih Start, Accessories, System Tools, dan Disk Clean-Up.
2. Defragmentasi drive. Pilih Start,


Accessories, System Tools, dan klik Disk Defragmenter.
3. Hapus koneksi jaringan tak terpakai. Buka Windows Explorer. Pada My Computer, klik kanan dan pilih Tools. Klik Disconnect Network Drive. l

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick Mengupdate AVG Bagi Pengguna Offline (manual Update)

.
0 komentar

Jika tidak terhubung internet, maka sebelumnya kita perlu download file update yang telah disediakan. Bisa download dari alamat http://free.grisoft.com/doc/update/us/frt/0 di bagian Priority updates. Disana disediakan beberapa update yang bisa kita pilih.
Tetapi sebelumnya kita harus mengenali versi AVG yang ada di komputer kita. Untuk mengetahuinya, buka AVG ( double klik icon avg yang ada di systray ( biasanya pojok kanan bawah), dan perhatikan keterangan di status bar programnya. Seperti contoh berikut :



Setelah diketahui versi program dan database, maka kita buka alamat web untuk download file update yang diperlukan. Tampilannya seperti berikut (Priority Upedate) :
Punyaku 7.5.503 269.19.21/1137 2/6/2008 12:00 AM


Berikut penjelasannya
• Bagian 1,2,3 dan 4 untuk mengupdate program AVG menjadi versi sesuai yang ditampilkan. Misalnya no 1 untuk mengupdate program AVG ( semua modul) menjadi versi 7.5.516. Khusus no 3 merupakajn update untuk Linux. Jika AVG anda versinya dibawah 7.5.516 maka sebaiknya download juga update nomor 1, nomor 2 dan 4 tidak perlu.
• Update 5,6 dan 7 untuk mengupdate Database virus menjadi versi 269.19.20. Ini bisa disesuaikan dengan versi database virus pada program AVG yang ada dikomputer kita. Jika versi database virus lebih dari 269.0.0 dan kurang dari 269.19.0, maka download update nomor 6. Jika versinya sudah 269.19.0 atau diatasnya, maka cukup download nomor 5 ( yang berukuran paling kecil ). Sebaliknya jika versi virus database dibawah 269.0.0 maka download nomor 7.
• Untuk update IAVI ( nomor 8 ) mempunyai ukuran yang paling besar. Jika release terakhir adalah update ini, maka agar AVG update ke versi terakhir, memang harus download file ini. Seperti tampilan diatas, update nomor 5,6, dan 7 hanya sampai tanggal 4 februari 2008, sedangkan nomor 8 sudah sampai tanggal 5 februari 2008.
Setelah file update ( berakhiran *.bin) sudah berhasil di download, maka langkah update dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Buka AVG, pilih Komponen Anti-Virus
2. Klik Tombol Update, kemudian dari window yang muncul, klik tombol folder. dan cari dimana lokasi file yang telah kita download tadi. Maka akan muncul pesan bahwa Update baru telah ditemukan, dan muncul konfirmasi apakah akan diupdate, maka pilih Yes.
3. Maka proses update akan berlangsung, tunggu sampai selesai

Keterangan
Jika ketika di klik tombol Update, AVG langsung mencoba update ke Internet, dan tidak ditampilkan pilihan apakah kita akan update langsung melalui Internet atau folder, maka bisa settingnya perlu diubah. Caranya pilih Komponen Update Manager ( di tampilan utama AVG ) dan klik tombol Properties. Hilangkan check di opsi Do not ask for the update source, kemudian klik Apply. Dan ulangi proses update.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips n trick seputar windows exploler

.
0 komentar

Beikut ini beberapa trik pada windows exploler :
1. Membuka windows exploler dengan cepat
Selain dengan cara mengklik tombol (start) > (all Program) > (accessories) > (windows exlore), masih ada cara lain yaitu :
- Klik tombol windows yang ada pada keyboard dan tombol {E} pada keyboard secara bersamaan
- klik dua kali pada shortcut [my compute] yang terdapat pada desktop
- klik start > my computer
2. Mengurutkan file pada windows exploler


Untuk memudahkan kita dalam mencari file yang terdapat pada windows exploler, kita dapat mengurutkan file-file tersebut dengan cara mengklik tulisan Name, Size, Type atau Modified pada column Title. Klik sekali untuk mengurutkan secara ascending (dari A sampai Z), klik sekali lagi untuk mengurutkan secara descending (dari Z sampai A). cara tersebut dianggap lebih cepat daripada kita harus mgnklik menu [View] pilih [Arrange icons]. Untuk mengurutkan file berdasarkan nama pilih [by name], mengurutkan file berdasarkan ukuran file pilih [by size], dan [by type] atau [by modified] jika ingin mengurutkan berdasarkan tipe file atau berdasarkan tanggal pilih
3. Mengganti berbagai ikon dokumen
Untuk menggantinnya bisa dilakukan dengan cara :
a. Klik menu [Tools] pada windows exploler, lalu pilih [folder options], lalu pindah ke tab {file Types]
b. Pilihlah document yang akan diganti iconnya, sebagai contoh Microsoft Word,
c. Cari tulisan Microsoft office Word, klik menu [advanced]
d. Pada tampilan yang muncul, klik [change Icon]
e. Pilih dari berbagai icon yang ada, kemudian klik [OK]
Untuk document lain yang ingin diganti iconnya, kita bisa mengulangi langkah diatas
4. Mencetak secara langsung pada windows exploler
Apabila anda ingin mencetak secara langsung suatu data pada Windows Exploler, caranya klik kanan pada file yang akan dicetak, lalu pilih [print]. Maka dengan sendirinya aplikasi yang digunakan akan terbuka dan langsung mencetak. Dengan catatan printer harus dalam keadaan menyala.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Trick penjadwalan blocking akses situs web

.
0 komentar

Blocking akses ke suatu situs web dapat dilakukan dengan cara :
1. Klik menu Firewall >Aliases. Pada kotak dialog Aliases klik ikon tanda tambah
2. Pada bagian Name berikan label sebagai pengenal. Berikan pula uraian di bagian Description. Di bagian Type, arahkan ke pilihan Host. Pada bagian Host, isikan nomor IP situs yang akan di block dan berikan pula describsinya. Tekan ikon tanda tambah untuk memasukkan kedalan daftar. Dengan cara yang sama, tambahkan nomor-nomor


IP situs Web lainnya. Klik Save, klik tombol Apply Changes.
3. Klik menu Firewall > Schedules. Pada kotak dialog Schedules, klik ikon tanda tambah
4. Pada bagian Schedule Name berikan label sebagai pengenal. Berikan pula uraian di bagian Description. Di bagian Month, klik tanggal-tanggal yang akan diterapkan penjadawalan dan blocking. Jika hendak memilih hari-hari tertentu dalam sebulan, klik saja nama harinya. Pada bagian Time, tentukan waktu awal pengeblokan dan waktu pengakhirannya. Tekan tombol Add Time. Kita dapat menambahkan lagi hari dan waktu pemblokan yang lain
5. Setelah itu, klik tombol save, lalu klik tombol Apply
6. Klik menu Firewall > Rules. Pada kotak dialog Rules, klik tab LAN dan klik ikon tanda tambah
7. Pada bagian Action, arahkan ke pilihan Reject. Di bagian Intereface, arahkan ke pilihan LAN, Pilih TCP di bagian Protocol. Pada bagian Source, pilih Type=Any. Arahkan bagian Source OS ke pilihan Any. Di bagian Destination, pilih Type=Single Host or Alias, lalu isikan label Alias yang sebelumnya telah kita siapkan. Pada bagian Port Range, pilih From=Any dan To=Any. Bagian Schedule, arahkan ke label Schedule yang sebelumnya telah disiapkan. Bagian Gateway, arahkan ke pilihan Default. Klik Save, lalu klik tombol Apply Changes
Selamat mencoba.........

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Mematikan Mesin VB

.
0 komentar

Mengapa kita mematikan mesin VB ( Visual Basic) ? karena kebanyakan program malcode (atao worm)di tanah air yang tercinta ini kebanyakan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic (VB). Dalam bekerja, Program VB membutuhkan program pendukung yaitu MSVBM*.DLL. jika program tersebut dibuat dengan VB versi 5, maka ia membutuhkan file yang bernama MSVBM50.DLL. jika ia dibuat dengan VB versi 6, maka ia membutuhkan file yang bernama MSVBM60.DLL
Tanpa file pendukung tersebut, program VB yang ada, tidak akan dapat dijalankan. Gawatnya,


file pendukung tersebut telah ada secara standart di dalam windows. Hal tersebut dapat membantu sekaligus menjadi malapetaka. Jika suatu virus di buat dengan VB, maka virus tersebut akan leluasa melakukan aksinya pada computer kita…
Lalu dimanakah file tersebut berada…..? ternyata ia terletak secara standart pada direktori sistemnya. Pada OS Windows 98 dan ME file tersebut terletak pada direktori %windir%\system (misalnya C:\WINDOWS\SYSTEM). Dan pada direktori %windir%\system32 untuk Windows 2000 dan XP (misalnya C:\WINDOWS\SYSTEM32).
Selain mencari pada direktori %windir%\system, aplikasi VB akan mencari lokasi yang terdaftar pada PATH Windows. Untuk itulah kita harus mengetahui lokai PATH tersebut dengan cara :
Klik Start  pilih Run  ketik CMD (tekan enter)


Akan muncul jendela command prompt. Ketikkan PATH dan tekan enter. Maka akan muncul seperti beikut ini :

Terlihat daftar lokasi yang ada path diatas, yaitu :
C:\WINDOWS\system32
C:\WINDOWS
C:\WINDOWS\system32\WBEM

Catat dan kemudian periksalah lokasi tersebut, mungkin ada file MSVBVM60.DLL yang dicari. Jika terdapat file tersebut, maka amankanlah dengan cara dihapus atau di rename….
Semoga berhasillllll………………..


Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips melihat computer yang terinfeksi Virus

.
0 komentar

Ada beberapa cara yang dapat dipakai sebagai sarana meraba-raba apakah computer kita terinfeksi firus atau tidak. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
1. Sistem melambat
Jika system computer kita tiba-tiba melambat (tidak seperti biasanya) secara ekstrem, kita wajib berhati-hati ! Bisa jadi computer kita terkena serangan virus.
Proses awalnya biasanya ditandai dengan melambatnya kenerja computer. Jadi, jika saat kita bekerja dengan suatu program dan program tersebut berperilaku tidak seperti biasanya, misalnya proses menjadi amat lambat, kita boleh curiga, mungkin computer kita terkena Worm.
Contoh lain bila kita bekerja dengan jaringan (network), akses network menjadi sedemikian lambatnya, tidak seperti biasanya. Ini juga perlu diperhatikan
Indikasi ini tidak selamanya


benar, tapi lumayan dipakai sebagai titik awal kewaspadaan dengan berasumsi bahwa melambatnya kinerja suatu computer karena virus. Karena kemungkinan tersebut memang ada.

2. Keluar pesan aneh
Saat kita bekerja dengan computer, tiba-tiba muncul pesan aneh yang biasanya tidak pernah muncul. Ini jelas sekali. Biasanya merupakan indikasi bahwa computer kita mungkin terkena virus. Contoh pesan-pesan aneh ini beranekan ragamnya. Misalnya muncul pesan tertentu dengan bahasa enggak karuan

3. Keluar kejadian aneh
Kejadian ini misalnya, saat kita membuka program-program pengatur system Windows, seperti msconfig, task manager, regedit, tiba-tiba computer menjadi macet atau malahan melakukan booting ulang. Padahal sebelumnya tidak pernah terjadi keanehan seperti itu. Atau tampilan desktop menjadi kacau (misalnya menu start hilang, taskbar hilang), atau berubah dengan sendirinya. Keadaan ini dapat kita curigai bahwa virus telah menyusup. Kalau kejadian anehnya, tiba-tiba monitor atau CPU melompat-lompat dengan sendirinya……he…he..he… coba hubungi paranormal top seperti Ki Joko Bodo…. 

4. Muncul file-file baru
Tiba-tiba menemukan file-file baru yang tidak pernah ada sebelumnya, misalnya doc, txt, scr, exe, dll, jpg, dan sebagainya yang biasanya cukup banyak jumlahnya dan biasanya dalam ukuran yang sama. Hal tersebut juga bisa kita curigai bahwa hal tersebut adalah perbuatan virus
Di Indonesia biasanya virus akan menyamar dengan ikom file gambar JPG, Folder, ataupun Word atau XLS

5. Setting program berubah
Misalnya pada Windows Explore tiba-tiba kehilangan pilihan Folder Option atau pada Start Menu ada yang hilang. Hal ini pun dapat dicurigai bahwa computer kita terkena virus
Itulah berapa tanda yang dapat kita gunakan untuk menentukan computer kita terkena virus atau tidak. Tapi ingat! Bisa jadi kejadian diatas dikarenakan kita yang salah mensetting computer kita karena kita bermain-main dengan registry dengan ngawuur….


Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Proteksi folder tanpa software

.
0 komentar

ada cara utk memproteksi folder di kompi tanpa software

1.dgn cmd
misalnya folder yang ingin diproteksi ada di direktory D dgn nama Buku (D:Buku) dan user yang aktif "admin"
maka ketik pada cmd:
cacls "D:Buku" /p admin:n

kode n dapat diganti dgn
r utk folder hanya bisa dibaca
w ukt folder hanaya bisa ditulis
n utk folder diblok (ngga bisa dibuka/baca/tulis)

utk memulihkan/membuka kembali folder, ketik pada cmd
cacls "D:Buku" /p admin:f


2.dgn file .bat
cara ini sebenarnya merupakan dasar yang dipakai sebagian besar software proteksi spt USB Lock. caranya adalah:
Misal folder yang ingin diblok
ada di Data/Movie, buka notepad dan ketik "remane Movie Movie.[kode]" (tanpa tnd petik)dan simpan dengan nama sembarang dgn ekstensi .bat cth: kunci.bat dan simpan di folder yang sama dgn Folder yang diblok ( utk cth diatas simpan di Data)sedangkan utk membuka, buka notepad dan ketik "rename Movie.[kode] Movie" (tnp tnd petik)dan simpan dgn ekstensi .bat

beberapa [kode] yang dpt digunakan
yaitu:
My Network Places:
{208D2C60-3AEA-1069-A2D7-08002B30309D}
My Computer:
{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}
My Documents:
{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}
Recycle Bin:
{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Default IE Icon:
{871C5380-42A0-1069-A2EA-08002B30309D}
Jadi setiap folder yg tlh diblok diklik akan di arahkan ke folder lain.Kode-kode lainnya dapat diambil dari registry

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Menggunakan Fitur tersembunyi pada Windows XP

.
0 komentar

Meski sekarang telah hadir sistem Vista yang menjadi penerus XP, tapi pengguna sistem oberasi XP masih banyak. Sebenarnya Windows XP sendiri sudah banyak menyediakan fitur yang bisa memudahkan user dalam pekerjaan, tetapi masih banyak juga user XP yang tidak menggunakan atau bahkan tidak mengetahui fitur ini, apalagi pada Windows XP juga terdapat beberapa fitur yang tersembunyi. Berikut ada beberapa fitur yang bisa kamu manfaatkan untuk memaksimalkan windows XP.

System Info
Pada Windows XP telah menyediakan sistem info yang bisa menjelaskan seluruh sistem yang digunakan XP saat itu. Jadi kamu bisa mendeteksi bila merasakan adanya peningkatan atau penurunan kinerja dari system XP. Agar bisa mengetahui seluruh info system tadi, kamu juga bisa memanfaatkan systeminfo. Kemudian dengan melalui system info, kamu bisa langsung mengakses Command Prompt yang terdapat dalam menu accessories lalu mengetiknya dengan “systeminfo”.
Bila kamu ingin menyimpan catatan tadi, pada Command Prompt ketik ‘systeminfo > info.txt’. Dengan begitu XP akan menyimpan catatan tadi kedalam sebuah file yang bernama info.txt. Kamu bisa membuka file tadi dengan notepad
(Catatan : Fitur ini hanya untuk Windows XP Profesional Edition)


gpedit.msc
Sebenarnya pada Windows XP kamu bisa menghapus file – file yang tidak dibutuhkan secara langsung, dan tidak harus dipindahkan dulu kedalam Recycle Bin, karena secara default file yang telah dihapus pada XP pertama kali akan dipindahkan pada Recycle Bin terlebih dahulu.
Untuk bisa langsung menghapus file tadi, pada menu Start pilih Run, lalu ketik ‘gpedit.msc’, lalu pilih User Configuration, Administrative Templates, Windows Components, Windows Explorer dan cari seting Do not move deleted files to the Recycle Bin, set pilihan tersebut. Didalam gpdit terdapat banyak pilihan interface serta system, sebaiknya kamu berhati – hati dalam menset fitur didalamnya.
(Catatan : Fitur ini hanya untuk Windows XP Profesional Edition)

LockWorkStation
Pada XP kamu bisa mengunci komputer dengan dua klik pada mouse. Sebelumnya kamu harus membuat sebuah shortcut pada desktop. Buatlah sebuah shortcut pada desktop dengan mengklik kanan mouse. Kemudian memasukan ‘rundll32.exe user32.dll, LockWorkStation’ pada location field. Beri nama shortcut tadi sesuai keinginan.
Nah sekarang kamu bisa menguni komputer dengan mengklik dua kali padashortcut yang dibuat tadi.

sysoc.inf
Sebagian dari beberapa system software disembunyikan oleh XP. Bila ingin meremove software tadi, kamu harus menampilkan aplikasinya terlebih dahulu, seperti Windows Messenger. Untuk menampilkan system software yang disembunyikan oleh XP, kamu bisa menggunakan notepad atau text editor lainnya.
Buka file sysoc.inf (/windows/inf/sysoc.inf), cari kata ‘hide’, dan hapuslah. Selanjutnya kamu bisa meremovenya pada Add/Remove Windows Components yang terdapat pada Control Panel, lalu cari aplikasi yang ingin di Remove.

Evencreate /?
Bagi yang paham dengan file batch DOS, Windows XP mempunyai beberapa command baru yang cukup menarik. Termasuk diantaranya adalah ‘eventcreate’ dan ‘eventtrigers’ untuk membuat dan melihat system, ‘typeperf’ untuk memonitor performa dari variasi sub system, dan ‘schtasks’ untuk menghandle task schedule. Bila ingin lebih tau fittur dari beberapa command yang tersedia. Kamu bisa menyertakan tanda /? Dibelakang nama command tadi.

IPv6
Windows XP mempunyai IP versi 6 (generasi terbaru dari IP versi IP). Bila kamu tidak mempunyai ISP, kamu bisa melakukan eksperimen dengan vasilitas ini pada LAN (Local Area Network). Ketik ‘ipv6 install” pada box Run. Tidak masalah bila fitur ini berjalan setup jaringan yang tidak eksis. Bila kamu belum mengerti apa itu IPv6, jangan kuatir, karena satu saat fitur ini akan berguna bila komputer terhubung pada sebuah LAN.

Taskkill / pid
Bila kamu ingin membersihkan task yang terakhir pada komputer dari command line, kamu bisa menggunakan perintah ‘taskkill/pid’ , atau hanya dengan perintah ‘tskill’ saja. Sedangkan untuk proses pencarian task, kamu bisa menggunakan perintah ‘tasklist’, dengan begitu deretan task akan ditampilkan.

Zipfldr
Kelebihan dari Windows XP lainnya adalah kemampuannya menampilkan file zip sebagai folder, dengan begitu kamu bisa langsung melihat deretan file yang terdapat pada file zip tadi, tapi fitur ini bagus untuk komputer yang berjalan cepat. Bila kamu mempunyai komputer yang kurang cepat, maka fitur tadi bisa memperlambat kinerja.
Untuk itu kamu bisa menghilangkan atau menonaktifkan fitur tersebut, Kamu bisa menggunakan perintah ‘regsvr32/u zipfldr.dll’. Ketik perintah tadi pada command line. Bila kamu ingin mengaktifkannya kembali, kamu bisa mengetik ulang perintah ‘regsvr32 zipfldr.dll’ pada command line

Clear Type
Pada Windows XP juga mempunyai “ClearType” (teknologi Microsoft untuk anti alias font), Tapi fitur ini tidak dijadikan default, yang artinya secara default fitur “Clear Type” adalah non-aktif. Untuk mengaktifkan fitur “Clear Type” klik kanan pada desktop, pilih properties, Appearance, Effects, lalu pilih Clear Type dari menu Drop Down, aktifkan pilihan tadi. Pilihan ini akan tampak sekali pada display laptop. Bila kamu ingin menggunakan “Clear Type” pada screen Welcome Login, set registry HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop/FontSmoothingType dengan mengisi nilai 2

Remote Assistance
Windows XP juga menyediakan fitur Remote Assistance yang bisa digunakan untuk membantu rekan dalam penggunaan network address translation (NAT) pada sebuah jaringan kecil, tapi tidak secara otomatis. Invite teman kamu dengan menggunakan e-mail, dan edit file tadi. Dibawah atribut RCTICKET akan ditampilkan sebuah NAT IP Address, seperti 192.168.1.10
Ganti IP tadi dengan IP kamu sendiri (Kamu bisa mencarinya pada www.whatismyip.com) dan kamu bisa mengambilnya. Untuk menjalankannya, pastikan port 3389 telah dibuka.

User Name
Pada Windows Xp, kamu bisa menjalankan sebuah program dengan user yang berbedatanpa harus melakukan logging out dan kembali lagi. Kamu bisa menjalankan program tadi dengan mengklik kanan iconnya dapilih Run As .., lalu memasukan user name dan passwordnya. Trik ini banyak digunakan pada saat menginstall program yang diinginkan user Administrator. Jadi kamu bisa menkalankan program tadi tanpa harus keluar dan balik lagi.

Control userpasswords2
Bila kamu ingin saat start tidak harus mengisikan user name atau password. Pilih Run dari start menu, dan ketik ‘control userpasswords2’, maka akan dibukakan aplikai account. Pada User tab, hilangkan tanda cawing pada “Users Must Enter A Username And Password To Use This Computer”, dan klik OK.
Maka sebuah dialog “Automatically Log On” akan ditampilkan, memasukan nama dan passwordnya untuk account yang diinginkan.

File Temporary
Bila kamu maing menggunakan Internet Explorer 6 dan ingin agar browser tadi secara otomatis menghapus file temporary, maka kamu harus mengsetingnya terlebih dahulu, karena secara default Internet Explorer 6 akan menyimpan file temporary tadi dihapus secara otomatis, jalankan browser, pilih tool, Internet Options pilih Advance tab.
Rool slide bar ke bawah sampai pada pilihan security, lalu tandai box “Empty Temporary Internet Files folder when browser is closed”.

Start Menu
Bila dirasa tampilan Start Menu Terlalu lama, maka kamu bisa mempercepatnya dengan mengubah sistem registrynya. Masuk pada HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop/MenuShowDelay, disitu akan terdapat nilai delaynya 400 (default). Kamu bisa mengubahnya dengan nilai delaynya jadi 0 untuk mempercepat proses.
Selamat Mencoba

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Menjaga Keamanan Komputer dan Data Anda

.
0 komentar

Beberapa tips di bawah ini akan bisa mencegah dan menghindari anda sampai terkena hack:

1. Hati-hati terhadap situs phising yg sangat banyak beredar saat ini (contoh: www.swiiscash.net - harusnya www.swisscah.net dan www.e-qold.com - G-nya diganti pakai Q), jangan sekali anda masuk ke situs tersebut walaupun hanya iseng ingin melihat-lihat saja kalau anda masih awam terhadap sekuriti komputer dan internet anda.

2. Jangan sekali-kali masuk ke situs apapun lewat e-mail klik / e-mail link karena bisa berpotensi klik digunakan utk mendownload active-x yg bisa meng-hijack (membajak) browser anda kecuali anda yakin bahwa link tersebut aman atau untuk mengaktifkan registrasi. 90% orang di-hack karena hal ini atau komputernya bisa terkena spyware / virus.


3. Selalu pakai browser Mozilla FireFox yg sudah terbukti mempunyai sekuriti terbaik dibanding browser lainnya termasuk IE7.0

4. Pasang Firewall pada komputer anda, anda bisa memakai ZoneAlarm versi gratis yang bisa di-download di www.zonelabs.com

5. Sering update Windows anda dengan patch terbaru bagi yang memiliki lisensi original Windows

6. Sebaiknya komputer juga dilengkapi antivirus dan antispyware atau anda bisa memakai versi gratisnya di www.ewido.net

7. Jangan sekalipun anda membuka account investasi atau account penting lain anda di komputer warnet (publik) yang tidak memiliki firewall atau yang anda tidak yakin bahwa komputer tersebut aman karena account anda bisa terkena hack karena keylogger (program pencatat aktifitas keyboard dan situs yang anda buka) dan sebaiknya anda cek startup Windows-nya dahulu dan matikan akses yang anda anggap berbahaya dengan menggunakan program seperti Hijack This! yang bisa anda download di bagian download situs kami.

8. Jangan sekali-kali download attachment file di e-mail anda kalau anda tidak tahu e-mail itu dari siapa dan khususnya e-mail dari luar negeri (berbahasa Inggris.

9. Jangan install program gratisan yang anda sembarang download dari situs yang tidak bisa dipercaya atau lewat program P2P seperti Limewire, iMesh atau BearShare karena kadang-kadang program tersebut mengandung virus atau spyware

sumber ketok.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Mempercepat Browser Firefox

.
0 komentar

Bagi pengguna Firefox yang ingin menambah kecepatan browser, metode-metode berikut ini bisa dicoba :

Metode 1:

1. Buka browser Mozilla Firefox.
2. Ketik 'about:config' pada address bar, lalu tekan enter.
3. Turunkan halaman sampai Anda menemukan kalimat 'browser.tabs.showSingleWindowsModePrefs', lalu double klik sehingga settingannya menjadi 'true'.
4. Turunkan lagi halaman Firefox sampai Anda menemukan baris berbunyi 'network.http.pipelining', lalu double klik sehingga settingannya juga menjadi 'true'.
5. Terakhir, turunkan lagi halaman Firefox dan carilah baris yang berbunyi 'network.http.pipelining.maxrequests', lalu double klik. Anda akan disuguhi sebuah window pop up. Ubahlah angka di pop up itu menjadi 60. Kemudian tekanlah 'Ok'.
6. Tutup Firefox lalu coba buka kembali. Jika tidak ada masalah, Firefox Anda akan terbuka 10-40 persen lebih cepat daripada sebelumnya dengan langkah-langkah seperti di atas.


Metode 2:

Langkah mujarab lain untuk meningkatkan kecepatan Firefox adalah dengan menggunakan add-on untuk Firefox bernama FasterFox. FasterFox ini membuat pemakaian bandwidth lebih efektif sehingga bisa mempercepat performa Firefox. Anda bisa mendownload FasterFox di alamat: http://fasterfox.mozdev.org.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Menghapus Daftar Startup Msconfig

.
0 komentar

Klik Start >> Run >> kemudian ketik msconfig kemudian OK atau ENTER.

Di sana banyak daftar program atau aplikasi yang berjalan secara otomatis saat komputer dijalankan dan ini dapat menyebabkan proses booting menjadi berat atau lambat.

jika kita sudah menghapusnya dari system namun masih muncul dalam daftar startup, kita dapat menghapusnya secara permanen daftar startup msconfig dari system, dengan langkah sebagai berikut.


1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian OK atau ENTER.

2. Klik HEY_LOCAL_MACHINE >> SOFTWARE >> Microsoft >> Shared Tool >> Msconfig >> Startupreg

3. Kemudian hapus aplikasi-aplikasi yang sudah dihapus dari system satu persatu, dengan cara klik kanan pada aplikasi yang dimaksud kemudian pilih delete.

4. Jika sudah, kemudian tutup registry

5. Restart Komputer

6. Selesai

Sekarang, pastikan daftar tersebut sudah tidak muncul lagi pada daftar startup msconfig dan pastikan proses booting menjadi lebih cepat.

(Sumber : PCPlus Edisi VII/2008)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips Menyelamatkan Data (Gambar) pada Memory Card

.
0 komentar

Saat ini media penyimpanan berupa chip telah banyak digunakan, baik berupa flash disk atau dalam bentuk memory card. Bahkan beberapa perangkat digital seperti kamera digital, atau ponsel. Bagaimana bila data yang tersimpan di memory card tadi terhapus, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Apalagi kalu data tersebut adalah foto yang punya kenangan tersendiri, tentu saja kamu tidak bisa mengulangi moment itu lagi.

Sekarang tidak perlu panik, karena data - data tersebut bisa dibangkitkan kembali dengan sebuah aplikasi Flash File Recovery. Aplikasi ini sederhana dan cukup efektif dalam membangkitkan file - file gambar yang tersimpan dalam sebuah memory card, dan untuk menjalankannya pun cukup mudah.

Selain mempunyai kemampuan untuk mendeteksi file gambar yang terhapus di memory card atau flash disk, tapi dia juga mampu membangkitkan file gambar pada harddisk.


Untuk mendapatkan aplikasi ini , kamu bisa mendownloadnya di http://www.panterasoft.com setelah itu install program aplikasi tadi ke PC, dan ikuti beberapa langkah dibawah ini.

1. Saat pertama menjalankan Flash File Recovery, akan langsung menuju pada tab Select Source. Pada bagian ini kamu bisa menentukan lokasi drive yang akan di recovery. Bila ingin merecovery data yang tersimpan pada memory card, tancapkan memory card tadi ke card reader, lalu tekan tombol Refresh drive

Bila pada komputer tidak tersedia card reader, kamu bisa menancapkan langsung kamera tersebut ke PC, nantinya PC akan mengenali media penyimpanan yang terdapat pada kamera dan dikenali sebagai removable disk. Hal ini juga berlaku untuk ponsel yang mempunyai slot ekspansi. Untuk flash disk, kamu tinggal mencolokannya ke koneksi USB.

Setelah terdeteksi, kamu tinggal menentukan drivenya saja

2. Selanjutnya, klik tab. Rescue files, tekan tombol Start Scan. Tunggulah beberapa saat sampai proses scan selesai. Waktu yang dibutuhkan untuk menscan tergantung dengan besarnya kapasitas flash disk itu sendiri.

3. Setelah selesai proses scan, klik tab. Lost files prefiews. Disitu kamu bisa melihat file-file gambar yang terhapus pada memory card. Tandai gambar - gambar yang ingin diambil.

4. Selanjutnya klik Destination tab. Disini kamu bisa melihat lokasi penyimpanan file yang di restore tadi. Klik tombol browse untuk menentukan lokasi yang di inginkan.

5. Langkah terakhir adalah melakukan restoring. Klik Restoring tab. tekan tombol Start recovery, tunggu beberapa saat sampai proses selesai.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tips hemat membeli komputer.

.
0 komentar

1. Tentukan kebutuhan Anda terlebih dahulu.
Pahami dulu untuk apa komputer itu nanti akan Anda gunakan. Apakah agar anak Anda nanti bisa menjalankan tugas-tugas sekolahnya? Atau untuk sekadar main game? Ataukah agar Anda sekadar bisa belajar komputer? Kebutuhan komputer untuk hanya mengetik jauh berbeda dengan penggunaan komputer untuk desain grafis. Semakin kompleks penggunaannya, jelas akan semakin banyak komponen dan persyaratan yang harus dipenuhi komputer tersebut. Tentunya makin banyak juga biaya yang harus Anda keluarkan.

Perlu diperhatikan juga mobilitas Anda. Kalau Anda adalah seorang yang banyak bekerja di luar kantor dengan beban kerja banyak, maka jenis laptop/notebook layak dipertimbangkan. Kalau Anda tidak terlalu sering kesana kemari dalam bekerja (mobile), atau Anda ingin menggunakan komputer tersebut untuk keperluan sekeluarga, maka lebih tepat jika Anda memilih jenis PC (personal computer) yang lebih murah dibanding laptop.


2. Carilah komputer yang sesuai kebutuhan Anda.
Langkah berikutnya adalah mencari komputer yang punya spesifikasi sesuai kebutuhan Anda. Anda dapat mencarinya di toko langganan Anda, atau pergi ke pusat-pusat penjualan komputer. Di Jakarta, misalnya, pusat penjualan komputer yang cukup terkenal adalah kawasan Glodok dan Mangga Dua. Di sana Anda akan menjumpai banyak sekali pernak-pernik mengenai komputer yang mungkin sesuai kebutuhan Anda.

3. Sebagai alternatif, pakailah komputer rakitan
Kalau dana Anda terbatas, maka Anda bisa mencari komputer rakitan. Mungkin ada yang belum paham apa sih komputer rakitan itu? Komputer rakitan- atau sering disebut white box oleh Asosiasi Produsen Komputer - adalah komputer yang komponen-komponennya dirakit sendiri oleh perakit (biasanya oleh si pengguna atau pihak toko komputer). Komputer rakitan memungkinkan Anda memilih dan menyusun sendiri komponen-komponen yang sesuai spesifikasi yang Anda inginkan. Dalam hal ini istilah komputer rakitan hanya berlaku untuk PC desktop, karena untuk laptop tidak dikenal istilah rakitan.

Kenapa saya menyarankan ini? Jawabannya sederhana, karena komputer rakitan lebih murah daripada komputer bermerek. Ingat, dana Anda terbatas kan? Komputer bermerek memasang harga yang lebih tinggi karena mereka menjual jaminan kualitas. Mereka juga menanggung biaya usaha besar sebagai akibat besarnya bentuk perusahaan mereka.

4. Tunggu US dollar (US$) turun
Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, yaitu membeli ketika barang turun, diskon atau murah. Nah jual beli komputer di Indonesia sangat terpengaruh dengan harga US dollar (dollar Amerika), karena dollar telah menjadi patokan harga dan setiap penjualannya barang-barang tersebut selalu menampilkan harga dalam mata uang dollar. Ketika dollar turun, maka otomatis harga komputer-pun akan turun. Jadi bila anda punya dana terbatas & anda termasuk orang yang sabar menunggu, anda bisa membeli ketika dollar turun.

info: www.tekno.co.nr

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kerusakan-Kerusakan Pada Printer

.
0 komentar

Perkembangan industri printer pada hari-hari terakhir memaksa kita untuk lebih serius mempelajari karakter-karakter printer terbaru sehingga gangguan-gangguan pada penggunaan printer yang diakibatkan oleh modifikasi ataupun hal-hal yang lain dapat kita cermati dan kemudian dapat kita berikan jalan keluar terbaik, berikut ini kami akan memberikan sedikit paparan tentang kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada printer inkjet dan tentunya yang kami sampaikan ini tidak lengkap dan jauh dari kesempurnaan, tapi kami berharap bisa bermanfaat, bagi kita para pengguna printer inkjet.

Permasalahan Pada Printer Inkjet

Pada printer Canon, Epson, HP, dan Inkjet semua type, jumlah pencetakannya akan selalu diakumulasikan hingga batas tertentu. Bila sudah mencapai batas yang ditetapkan, maka akan Overload dengan ditandai lampu LED menyala secara bergantian atau disebut dengan BLINKING dan bahkan mati total, jika hal ini terjadi, maka mau tidak mau printer harus dibawa ke service center. Hal ini tidak masalah jika rumah kita dekat. Lalu bagaimana jika Rumah Kita Di Luar Kota atau bahkan di Luar Pulau? Solusinya kita harus menservice sendiri printer kita, syaratnya harus punya software RESETTER dan trik bagaimana meresetnya. Dengan Software ini anda juga bisa membuka service Printer di rumah, dan pasti akan menjadi salah satu sumber uang.

Kenapa Blinking?


Sehabis proses head cleaning printer Anda tidak bisa nge-print? Tombol power dan tombol error menyala terus alias BLINKING. Jangan salahkan siapapun! Itu karena protection counter yang sedang menyelamatkan printer Anda, maksudnya protection counter tersebut memberitahu Anda bahwa tinta buangan dalam tangki penampungan sudah penuh.

Jika saja protection counter ini tidak memberitahu Anda maka tangki tinta pembuangan akan terus terisi ketika melakukan proses head cleaning dan penuh hingga membanjiri printer Anda dan kemungkinan printer Anda akan rusak total. Jadi akibat hal tersebut printer Anda tidak berfungsi dan tangki penampungannya harus di bersihkan/dikosongkan dahulu. Setelah itu Anda harus me-reset protection counter dengan bantuan software khusus.

Sayang sekali software untuk me-reset protection counter-nya tidak diberikan dalam paket penjualan printernya. Mungkin karena untuk mengganti/membersihkan tangki tinta penampungan membutuhkan skill teknisi. Memang, sedikitnya tangan Anda akan terciprat tinta tapi itu tidak masalah bukan? Tapi jika Anda tidak ingin terciprat tinta, sebaiknya Anda membawa printer Anda ke Service Center, jangan lupa membawa uang service sekitar Rp. 50.000,- plus ongkos jalan Anda! Dan rutinitas ini biasanya dilakukan 1 - 2 kali setahun tergantung pemakaian Anda!

Proses terjadinya blinking…

Printer Inkjet pada semua tipe, memiliki sensor untuk menghitung berapa jumlah kertas yang telah tercetak dan hal ini akan terus diakumuiasikan hingga mencapai batas yang

telah ditetapkan oleh masing-masing vendor printer. Apabila batas tersebut telah tercapai maka akan terjadi overload dengan ciri-ciri lampu

akan berkedip bergantian (merah-kuning, atau hijau-oranye) kejadian ini disebut dengan Blinking.

Sebenarnya Blinking maupun waste ink sebagai counter (penghitung) dimana kegunaan counter ini adalah untuk prepare jangan sampai limbah tinta di dalam printernya melebihi kapasitas busa / padnya (waste pad) sehingga kepenuhan dan luber, kalau sudah luber malah kotor dan bisa merembes ke part yang lain.
Kalau Anda memperhatikan modifikasi printer Epson atau Canon dengan menggunakan tinta infus, selalu dipasang botol kosong dibelakang body printer tersebut. Mengapa ? Hal ini dilakukan agar yang dibuang pada saat pertama printer dinyalakan ataupun pada saat proses cleaning tidak memenuhi busa penampungan.

Selain kerusakan blinking pada printer, ada beberapa macam kerusakan lainnya yaitu :

* Indikator kerusakan akibat driver tidak benar
* Dokumen berwarna yang tercetak hanya 1 warna
* Warna cetakan tidak bersih
* Hasil cetakan dan tampilan layar tidak sesuai
* Teks yang divetak terpotong pada pojok kiri bawah, tepi kiri, atau tepi bawah
* Teks atau gambar tercetak terbalik (seperti efek kaca)
* Pembesaran/pengecilan tidak benarf
* File yang hanya satu halaman tercetak berulang kali, 2 kali atau lebih.
* Warna yang keluar bergaris atau tidak sesuai
* Garis lurus tercetak rusak/hancur
* Terlihat garis putih/bercak-bercak pada hasil cetakan
* Warna cetakan tergores atau tidak rata
* Printer tidak dapat mencetak
* Kertas tidak berjalan dari putaran printer
* Kerusakan pada rangkaian dasar seperti paper feed (pengumpan kertas), head printer, carriage (pembawa) head printer, power supply, electronic control package.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Menguak Tabir BIOS

.
0 komentar

BIOS sering diabaikan, selama system PC Anda berjalan dengan lancar. Meskipun sebenarnya banyak peningkatan performa yang bisa didapat dari sini. Dan semua peningkatan itu gratis! BIOS (Basic Input and Output System), sebetulnya termasuk firmware, software yang tersimpan pada ROM (read only memory) pada motherboard. BIOS inilah yang memungkinkan PC melakukan proses inisisialisasi dan testing hardware yang terinstalasi pada motherboard, yang disebut dengan POST (Power on Self Test). BIOS juga mengatur low level I/O, seperti keyboard dan display. Operating system juga dibantu BIOS untuk mengatur semua komponen yang terinstal pada PC, yang disebut dengan BIOS Run-Time Services.

Sebetulnya, sebagian informasi yang akan diulas di sini juga tersedia pada buku manual motherboard. Tidak semua produsen menjelaskan fungsi BIOS ini dengan baik. Bagi yang udah baca buku manual dengan baik atau sudah memiliki kemampuan untuk setting BIOS bisa mengabaikan tulisan ini. Bagi yang belum silakan melanjutkan!
Kemampuan fungsi yang ditawarkan pun memiliki perbedaan (sedikit), terutama di bagian speed enhancement. Bagi Anda yang memiliki motherboard dengan kemampuan itu, kami ucapkan "Anda beruntung". Jika tidak, jangan kecewa, sebetulnya masih ada cara lain di luar BIOS. Tapi, kami tidak akan mengulasnya kali ini.


Di sini kami mengambil contoh BIOS dengan manufacturer Award. Karena Award BIOS ini populasinya lebih banyak ketimbang BIOS dari AMI ataupun Phoenix. Namun sebetulnya, banyak juga yang dapat diimplementasikan pada BIOS lain. Kami juga akan mencoba eqivalensi fungsi-fungsi serupa untuk BIOS lain.
Petunjuk Arah pada BIOS
Ini memang bukan petunjuk lengkap. Namun setidaknya, mencegah Anda kesasar dalam hutan belantara menu BIOS.
Semua ini akan kita mulai dengan menekan tombol [Del] sesaat PC memulai proses boot. Ini berlaku untuk kebanyakan BIOS. Sedangan sisanya, untuk masuk ke utility BIOS memerlukan penekanan tombol atupun kombinasi tombol yang berbeda. Ada yang dengan menekan tombol [F1], tombol [F10], atau kombinasi [Ctrl]+[Alt]+[Esc], dan lain sebagainya. Informasi seperti ini biasanya disediakan oleh produsen motherboard, baik pada buku manual maupun situsnya.
Sebelum memulai mengacak-acak BIOS, pastikan untuk mengetahui arah dan tujuan Anda. Lebih baik lagi jika Anda memiliki salinan setting awal yang dimiliki komputer Anda. Jika Anda sudah familiar dengan lingkungan pada menu BIOS, Anda memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja dan menambah fungsi yang dapat dilakukan PC Anda.
Istilah BIOS dan CMOS sering dicampuradukkan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Di mana BIOS sebetulnya adalah software low level, sedangkan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah memory yang digunakan untuk semua setting BIOS. Untuk menyimpan data ini, CMOS membutuhkan baterai yang terdapat pada motherboard (biasanya CR2032).
Masuk ke BIOS, Anda akan merasa kembali ke zaman dulu. Jika Anda sempat merasakan PC era DOS (sebelum GUI window dikenal), Anda tidak akan terlalu kikuk dengan lingkungan shell yang tanpa window ini. Meskipun ada BIOS yang bisa beroperasi dengan menggunakan mouse, namun sebagian besar masih mengandalkan keyboard.
Setup Utility
Ketahui yang Anda mau. Di mana letak fungsi setting yang Anda inginkan?
Standard CMOS features
Basic setting, seperti jam dan tanggal, harddrive yang terinstal. Juga menampilkan jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
Advanced BIOS features
Seperti namanya, menawarkan konfigurasi fitur tambahan. Seperti mengaktifkan SMART, termasuk mengatur boot priority.
Integrated Peripherals
Control port yang tersedia pada motherboard, onboard/onchip device seperti integrated audio, video, dan LAN controller.
Power Management
Think green. Untuk menghemat listrik dengan memperlambat atau bahkan shut down sebuah komponen PC Anda, setelah selang waktu yang ditentukan. Selain hemat lisrik, secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat kebisingan dan memperpanjang umur komponen.
PnP/PCI Configuration
Setting tambahan khusus untuk slot PCI pada motherboard juga untuk mengedit kemampuan plug-and-play.
PC Health status
Monitoring hardware, seperti fan speed dan CPU temperatur. Juga bisa diset supaya komputer menjerit, bahkan mati jika melewati suhu tertentu.
Load Fail-safe Defaults
Jika tweaking BIOS salah, pilih fungsi ini untuk kembali ke konfigurasi semula.
Load Optimised Defaults
Untuk mengembalikan sistem ke default.
Set password
Memberi password akan mengunci PC. Jika tersedia dua level sekuriti, user, dan supervisor, user hanya bisa sebatas menyalakan komputer. Sedangkan password supervisor dapat masuk ke BIOS.
Save and Exit BIOS
Untuk keluar, sambil menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.
Exit Without Saving
Untuk keluar, tanpa menyimpan perubahan apapun.
Improved Features
Amati BIOS untuk mencari fitur apa saja yang selam ini disembunyikan PC Anda.

Tweaking BIOS
tidak hanya bertujuan semata-mata hanya untuk meningkatkan kecepatan. Meski siapapun pasti akan merasa senang (bahkan bangga) jika memiliki PC yang berjalan dengan cepat dan lancar juga stabil.
Power management dapat membuat PC Anda lebih hemat energi, dan secara tidak langsung ramah lingkungan juga menghemat MTBF komponen yang ada di dalamnya. Mengatur boot sequence memberikan kendali untuk mengurutkan urutan device yang akan di-boot jika membutuhkan boot dari CD ataupun floppy. Memfungsikan port SATA yang selama ini tersembunyi karena belum diaktifkan juga sesuatu yang patut disyukuri. Hal-hal seperti ini yang akan dilakukan pada pembahasan ini. Apa saja yang bisa dilakukan?
Parallel Port
Untuk mengatur parallel port, biasanya berada pada menu Integrated Peripheral. Terutama jika Anda masih menggunakan printer ataupun …………… Port ini sebaiknya diatur supaya berkomunikasi secara bi-directional.
Ada beberapa pilihan untuk parallel port. Pertama Normal/SPP (Standard Parallel Port). Meskipun sudah bi-directional, namun mode ini sangat lambat. ECP (Extended Capabilities Port) lebih cocok digunakan untuk perangkat yang mentransfer data dalam jumlah besar (seperti saat menggunakan laplink dengan LPT1). EPP (Enhanced Parallel Port) lebih cocok untuk berhubungan dengan perangkat yang sering berubah arah datanya. Beberapa BIOS mempunyai pilihan EPP+ECP yang bisa memberikan keduanya. Namun dengan mode ini, parallel port Anda akan membutuhkan 2 IRQ (Interrupt Request) sekaligus. Bagi Anda yang memiliki PC dengan banyak add-on card, tentu kurang menyukai hal ini.
Mungkin Anda menemukan pilihan ECP mode use DMA. Ini untuk mengendalikan channel DMA yang digunakan untuk parallel port (jika menggunakan mode ECP). Secara default, DMA yang digunakan adalah 3.
Serial Ports
Pada setting onboard serial port terdapat pilihan enable dan disable. Juga setting IRQ dan I/O range untuk COM1 dan COM2. Disable pilihan ini, berarti Anda mempunyai 2 IRQ yang free. Kecuali Anda masih memiliki perangkat yang masih berkomunikasi dengan serial port ini.
USB
Pilihan untuk USB controller biasanya dapat ditemukan juga pada bagian Integrated Peripherals ini. Di sini Anda bisa enable atau disable onboard USB controller. Kecuali Anda memiliki add-on card PCI USB controller (alternatif jika motherboard Anda belum mendukung USB2.0). Setting USB keyboard dan mouse pun juga tersedia di sini. Dengan mengaktifkan USB keyboard, Anda bisa menggunakan USB keyboard Anda pada lingkungan DOS ataupun BIOS sekalipun. Tentu saja setelah setting pada BIOS di-enable dan disimpan.
SMART
Konon, setting ini juga memberikan peningkatan kinerja. Namun yang pasti, SMART (Self Monitoring Analysis and Reporting Technology) ini pasti berguna. Apalagi jika Anda memiliki harddisk yang sudah cukup berumur. Dengan mengaktifkan fungsi ini, Anda akan mendapatkan peringatan dini jika terjadi "ketidakwajaran" pada harddisk Anda secara fisik. Setidaknya Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan data pada harddisk, sebelum harddisk sudah benar-benar rusak.
Power Management
Di sini, tidak hanya berguna untuk menghemat penggunaan listrik oleh PC. Processor yang selalu bekerja dengan kecepatan penuh, bukanlah sesuatu yang menguntungkan, jika Anda sering meninggalkan PC Anda idle dalam waktu yang cukup lama.
Anda juga dapat menghemat MTBF beberapa komponen Anda. Seperti processor, harddisk, juga monitor. Jika Anda memiliki cooling device dengan temperature control, secara tidak langsung ini juga dapat menurunkan tingkat kebisingan yang dihasilkan PC Anda.
Ada beberapa tingkatan dalam fungsi power saving. Dozing menurunkan kecepatan processor (ditunjukkan dalam persentase). Standby mematikan harddrive dan output dari video card. Suspend mematikan semua device, kecuali processor. Ada juga pilihan HDD power down yang khusus mematikan harddisk saja.
Menyalakan PC tidak harus dari tombol power pada casing. Apalagi jika Anda memiliki keyboard dengan tambahan tombol power. Power On function kadang berada pada Integrated peripheral. Default biasa berada pada button only. Pindah ke pilihan Keyboard98, Anda bisa menghidupkan PC dengan menekan tombol [power].
Boot Sequence
Secara default, device yang menempati urutan pertama adalah floppy. Dengan memilih urutan pertama boot menjadi harddisk, waktu yang dibutuhkan untuk proses booting akan berkurang.
Namun pada saat-saat tertentu, pada saat operating system mengalami masalah atau instalasi operating system baru, membutuhkan proses booting dari CD. Beberapa BIOS pada Boot Sequence ini bahkan memungkinkan untuk melakukan booting dari perangkat USB, Firewire, LS120, atau Zip drive.
PC Health
Pada PC Health ini Anda dapat melakukan monitoring hardware Anda, khususnya yang terhubung langsung dengan motherboard. Seperti suhu processor dan suhu sistem dalam casing. Kecepatan fan juga terlihat di sini. Anda dapat mengecek apakah fan ada masih berjalan dengan normal tanpa perlu membuka casing. Namun untuk memeriksa HSF dalam keadaan bersih atau sudah penuh debu, cara membuka casing dan melihat langsung adalah satu-satunya jalan terbaik.
Anda juga dapat mengatur tindakan yang akan dilakukan PC Anda jika terjadi overheat. Apakah dengan sekadar memberikan peringatan berupa bunyi dari buzzer atau PC speaker. Anda tinggal mengaturnya di CPU warning temperature, atau bahkan sampai mematikan komputer jika suhu mencapai batas yang Anda tentukan. Anda perlu mengeset batas suhu yang Anda izinkan pada CPU shut down temperature. Beberapa BIOS juga memiliki fasilitas peringatan untuk fan yang terpasang. Jika batas minimum RPM tidak dipenuhi, akan ada peringatan baik pada POST code maupun peringatan dari buzzer/PC speaker.

Step-by-StepPower Management
Dengan sedikit tweaking BIOS, dapat menekan rekening listrik dan memperpanjang umur beberapa komponen Anda.
1. Pilih Power Management untuk enable fungsi ini. Pilih lama waktu idle yang dibutuhkan untuk masuk ke power-saving mode.
2. Kebanyakan monitor sudah mendukung DPMS (Display Power Management Signalling). Pilih DPMS Support untuk menghemat energi dan memperpanjang umur monitor.
Boot Sequence
Butuh booting dari CD atau floppy? Aturlah Boot sequence Anda.

1.
2. Masuk ke advanced feature untuk melihat boot sequence.
3. Pada first boot device, pilih device yang Anda inginkan untuk menjadi urutan pertama dalam boot sequence.
4. Lakukan hal yang sama pada second dan third boot device.

Speed Enhancement
Melakukan tweaking untuk meningkatkan kecepatan PC Anda via BIOS perlu kesabaran tersendiri. Lakukan di waktu luang!
Dengan melakukan tweak yang tepat pada BIOS, Anda akan mendapatkan peningkatan kecepatan. Dan ini tidak melulu dengan melakukan overclocking (OC) untuk komponen PC Anda. Karena biasanya, apalagi pemilik PC rakitan, perakit toko hanya membuat setting BIOS dengan tujuan asal PC dapat berjalan (syukur kalau stabil apalagi memang cepat). Yang perlu dilakukan hanyalah mengoptimalkan tiap-tiap komponen pada PC Anda melalui setting BIOS.
Kalaupun diperlukan OC, hanya sebatas memanfaatkan batas toleransi yang diberikan produsen pada produk-produknya. Hal ini akan tergantung pada produsen masing-masing komponen PC Anda. Juga solusi ini kadang membutuhkan cooling device tambahan, yang berarti biaya tambahan juga.
Penting untuk diingat, sebaiknya perubahan stetting BIOS ini dilakukan sedikit demi sedikit. Lebih baik lagi jika dilakukan satu per satu. Khususnya jika Anda seorang pemula untuk hal ini.
System Performance
Pada beberapa BIOS dapat ditemukan semacam shortcut untuk meningkatkan kecepatan sistem Anda. Biasanya berupa pilihan Normal, Fast, dan Turbo. Biasanya pilihan ini akan menyesuaikan frekuensi clock FSB (Front Side Bus) dan kadang memory DDR SDRAM juga. BIOS juga sering menyediakan pilihan Load Optimized Defaults. Memang pilihan-pilihan ini dapat meningkatkan kecepatan juga. Namun, itu belum lah optimal. Hanya dengan mengenal fungsi-fungsi pada BIOS dengan lebih baik, Anda akan mendapatkan performa PC yang lebih baik juga.
CPU Frequency
Untuk mengatur CPU speed, masuklah ke pilihan Advanced Chipset Feature. Sebagai informasi CPU speed didapat dari hasil kali antara CPU clock ratio dan FSB frequency. Kebanyakan CPU tidak dapat diubah CPU clock ratio-nya (kecuali bagi kebanyakan AMD Athlon XP). Jadi, pada bahasan ini akan mengambil fokus pada FSB frequency.
Pastikan FSB frequency sesuai dengan processor yang Anda miliki. Untuk processor AMD antara 66/100/133 dan 166/200, sedangkan untuk processor Intel.
Jika Anda bersikeras untuk melakukan OC, perlu diperhatikan bahwa ada dua hal yang perlu diubah, yaitu FSB Frequency dan Voltage control. Pada beberapa BIOS yang memiliki fasilitas OC, memberikan pengaturan FSB yang fleksibel. Dengan memungkinkan peningkatan FSB dengan satuan 1 MHz. Di sini perlu kesabaran. Naikkan FSB secara bertahan satu per satu MHz. Jangan tergoda untuk melompat jauh dari FSB normal (lebih dari 10%). Cek apakah CPU Anda mengalami peningkatan suhu yang berlebihan pada PC Health. Jika ya, kembalikan ke FSB sebelumnya.
Coba masuk ke OS Anda. Pastikan sistem Anda stabil. Untuk lebih cepat, Anda dapat mencoba dengan menjalankan CPU Burn-in yang akan memberikan beban penuh pada CPU secara kontinyu. Jika sistem tidak stabil ada dua hal yang bisa dilakukan. Anda bisa kembali ke FSB normal, atau Anda bisa meningkatkan voltage untuk CPU pada voltage control. Namun, hal ini akan meningkatkan suhu CPU Anda saat beroperasi nantinya. Pastikan Anda telah memiliki cooling device yang baik. Lihat tabel batas suhu processor!
Peringatan: Sebaiknya Anda didampingi oleh rekan Anda yang berpengalaman untuk ini.
Memory
Di sini kami mengambil contoh sistem yang terinstalasi dengan DDR SDRAM. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM Anda. Pertama, pastikan jumlah keping RAM yang terinstalasi. Jika hanya satu keping atau lebih dari satu keping namun semuanya identik, cara yang paling mudah adalah dengan mengeset Memory Timings pada pilihan By SPD.
Jika RAM yang terpasang lebih dari satu keping dan tidak identik, pertama kenali kemampuan masing-masing keping RAM. Cara yang mudah dengan menggunakan software jenis sysinfo tool seperti AIDA32. Lihat pada Motherboard, SPD. Info lengkap RAM Anda akan terlihat di sini. Lalu tentukan keping RAM yang paling lambat, pada keterangan Memory Speed. Setting Memory Timings pada BIOS sebaiknya mengikuti keping RAM yang paling lambat. Jika tidak, bersiaplah mengalami ketidakstabilan pada PC Anda. Kecuali Anda orang yang cukup beruntung.
CAS Latency adalah kemampuan jumlah data yang dapat dibaca dari RAM yang dihitung tiap clock cycles. Nilai default adalah 3 untuk kebanyakan memori. Namun, ada juga yang memiliki nilai yang lebih baik (lebih kecil dari 3). Jika Anda memiliki sistem berbasis processor AMD, ada baiknya mencoba setting yang lebih agresif (lebih kecil).
AGP slot
Dibandingkan dengan dua tweaking sebelumnya (CPU frequency dan memory), tweaking ini memiliki risiko yang lebih kecil. Yang pertama dilakukan adalah memastikan mode AGP yang didukung, baik oleh motherboard maupun video card. Jika keduanya sudah mendukung mode AGP 8x, pastikan setting BIOS juga pada mode AGP 8x.
Kegunaan pilihan AGP aperture size sering membingungkan banyak orang. Ini berfungsi mengatur jumlah RAM (pada motherboard, bukan pada video card) yang dialokasikan untuk AGP (…) untuk keperluan kinerja video. Aturlah AGP aperture size sebesar ¼ sampai ½ dari jumlah total RAM yang terinstal pada PC Anda. AGP aperture size ini hanya dimanfaatkan jika dibutuhkan.
Beberapa BIOS juga memberikan setting untuk AGP Fast Write Transaction. Enable fungsi ini untuk mengizinkan chipset (northbridge) mengirimkan langsung data ke AGP, bypass tanpa perlu copy data ke memory system untuk kemudian baru diambil oleh AGP. AGP sideband addressing memungkinkan AGP meminta dan mengirim data pada saat bersamaan. Keduanya dapat meningkatkan kinerja graphic PC, namun kadang tidak stabil untuk video card tertentu.
Mempercepat Proses Boot
Cukup banyak cara untuk mempercepat proses booting. Yang paling signifikan adalah dengan enable fungsi Power On Self Test, yang biasanya terdapat pada bagian Advanced BIOS features. Seiring dengan perkembangan dan peningkatan kebutuhan, jumlah RAM yang terinstal pada PC Anda dapat mencapai satuan gigabyte. Bayangkan waktu yang dibutuhkan jika dilakukan RAM test setiap proses cold boot. Disable fungsi Boot Virus Detection juga dapat mengurangi waktu proses booting. Apalagi jika PC Anda dilengkapi software antivirus yang selalu di-update. Ini juga akan terasa membantu saat instalasi operating system baru yang biasanya melakukan proses penulisan pada MBR harddisk.
Step-by-Step
Pengaturan AGP
Dari BIOS juga dapat meningkatkan kinerja graphic PC.

1.
2. AGP aperture size untuk mengatur jumlah RAM yang dialokasikan untuk AGP. Set antara ¼ sampai ½ dari jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
3. Pilih mode AGP sesuai spesifikasi slot AGP pada motherboard dan video card Anda.
4. Naikkan frekuensi AGP, dapat meningkatkan kinerja graphic PC Anda. Tambah sedikit demi sedikit (1-2 MHz).

Tweak CPU
Tidak ada salahnya untuk sedikit (ingat sedikit!) memacu processor Anda.

1.
2. Tambahkan sedikit saja. Jangan tergoda untuk langsung melompat, katakanlah 5 MHz. Ini bisa membuat kebanyakan PC mengalami gagal boot. Satu-satunya cara tinggal clear CMOS.
3. Jika sistem tidak stabil (hang) namun Anda bersikeras melakukan OC, bisa mencoba dengan menaikan CPU core voltage. Peringatan: cara ini tidak disarankan, karena akan meningkatkan panas bahkan merusak processor.
4. Untuk amannya, berikan batas suhu maksimal CPU Anda. Bisa hanya peringatan dari buzzer/PC speaker ataupun autoshutdown bila suhu mencapai batas tersebut.


Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

* Langkah pertama mempercepat boot via BIOS. Untuk keterangan selengkapnya, Anda dapat melihatnya pada “Menguak Tabir BIOS” di PC Media 04/2004 yang lalu.
* Selanjutnya mulai ke area operating system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen. Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan. Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25.


* Windows XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust for Best Performance” pada tab Visual Effects.
* Menghilangkan wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah.
* Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme.
* Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda. Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font. Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font.
* Anda rajin meng-update driver? Bagus. Namun tahukah Anda, file-file yang digunakan driver lama Anda dapat memperlambat PC. Cara paling mudah menggunakan utility tambahan seperti Driver Cleaner. Utility ini membersihkan driver nVidia dan ATI terdahulu. Driver Cleaner 3.0, juga dapat membersihkan driver lama beberapa chipset motherboard, sound card, dan lain-lain.

Info: www.computerdesktop.tk

Klik disini untuk melanjutkan »»

Shut Down Komputer Secara Otomatis

.
0 komentar

Bagi pengguna Windows XP dengan motherboard jenis ATX, ada trik yang bias membantu Anda. Caranya dengan menggunakan Command Prompt atau pergi ke
[Start]>[Run] lalu ketiklah perintah dengan sintaks seperti ini:
tsshutdn [WaitTime] [/server:ServerName] [/reboot] [/powerdown] [/delay:LogOffDelay] [/v]


Keterangan sintaks:
WaitTime
Waktu (dalam detik) untuk menunggu semua user melakukan log off. Defaultnya adalah 60 detik.
/server:ServerName
Menentukan terminal server untuk shut down. Jika tidak ditentukan, maka terminal server terkinilah yang akan shut down.
/reboot
Me-reboot terminal server setelah semua user keluar alias log off.
/powerdown

Mematikan terminal server jika komputer bias mendukung pengontrolan power AC.
/delay:LogOffDelay
Menentukan waktu menunggu sebelum mengakhiri seluruh proses dan menulis-shut down terminal server. Default-nya adalah 30 detik.
/v
Menampilkan informasi mengenai aksi-aksi pada saat perintah dijalankan. Misalnya Anda ingin mematikan komputer pada 30 menit (1800 detik) mendatang,
caranya:
1. Buka Command Prompt
([Start]>[Accessories]>[Command Prompt]) atau pergi ke[Start]>[Run…].
2. Ketikkan tsshutdn 1800 /powerdown /delay:20,
seperti terlihat pada Gambar 1. Lalu tekan [Enter].
3. Untuk membatalkan perintah ini, cukup dengan menekan [Control]+[C] secara bersamaan.
5. Setelah 30 menit terlewati, maka akan muncul jendela System Shutdown (Gambar 2). Sekarang juga terserah, mau mengklik [OK] atau tidak, tidak akan berpengaruh. Apalagi mungkin sekarang Anda sudah terlelap tidur, sepertinya lebih baik komputernya dibiarkan mati sendiri sajalah. Terhitung pada saat muncul jendela ini, 20 detik lagi komputer akan mati sendiri. Sekarang, silakan Anda
mencobanya.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com